KPK: Keterangan Saksi Cukupi Pembuktian Suap Azis Syamsuddin

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan keterangan saksi yang dihadirkan dalam persidangan kasus dugaan suap penanganan perkara korupsi membuktikan keterlibatan mantan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin dalam penanganan perkara di lembaga antirasuah.

"Sejauh ini dari saksi-saksi yang sudah dihadirkan tim jaksa di hadapan majelis hakim, telah mencukupi untuk membuktikan dugaan perbuataan terdakwa (Azis)," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (5/1/2022).

Meski demikian, Ali menyatakan tak menutup kemungkinan tim jaksa KPK menghadirkan saksi yang tak diperiksa dalam proses penyidikan ke dalam sidang. Termasuk menghadirkan Eddy Sujarwo yang disebut sebagai orang dekat Azis Syamsuddin.

"Namun demikian, sepanjang masih dalam agenda acara proses pembuktian maka tidak menutup kemungkinan dapat dihadirkannya saksi lain maupun saksi-saksi di luar berkas perkara," kata Ali.

Ali menyebut, pemanggilan saksi untuk hadir di persidangan dibutuhkan lantaran tim jaksa membutuhkan pembuktian uraian perbuatan dari Azis Syamsuddin untuk memperkuat surat dakwaan. Ali meminta para saksi yang dihadirkan tak berkelit demi terangnya peristiwa pidana.

"Untuk itulah kejujuran saksi di sini sangat diperlukan agar ditemukan kebenaran di ruang sidang yang terbuka untuk umum tersebut," kata Ali.

Ali menyebut, sidang lanjutan perkara Azis Syamsuddin akan kembali digelar pada Kamis 6 Januari 2022. Agenda sidang yakni menghadirkan saksi meringankan bagi Azis Syamsuddin.

"Kita ikuti persidangan ini, karena masih proses pembuktian dimaksud," kata Ali.

Dakwaan untuk Azis Syamsuddin

Azis Syamsuddin didakwa menyuap mantan penyidik KPK asal Polri Stepanus Robin Pattuju sebesar Rp 3.099.887.000 dan USD 36 ribu. Suap berkaitan dengan penanganan perkara korupsi yang ditangani KPK di Lampung Tengah.

Jaksa KPK menyebut, Azis menyuap Robin dan pengacara Maskur Husain dengan tujuan agar Robin dan Maskur membantu mengurus kasus yang melibatkan Azis dan Aliza Gunado terkait penyelidikan KPK di Lampung Tengah.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel