KPK luncurkan e-learning gratifikasi

MERDEKA.COM, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerjasama dengan USAID-MSI meluncurkan e-learning gratifikasi. Program ini untuk meningkatkan pemahaman penyelenggara negara dan pegawai negeri tentang gratifikasi.

Acara peluncurannya sendiri bertempat di Auditorium KPK. Dihadiri oleh dua pimpinan KPK yakni Adnan Pandu Praja dan Zulkarnain, Wakil Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Kristen Bauer, dan Direktur Democratic Governance USAID Miles Toder. Juga, dihadiri oleh perwakilan kementerian, BUMN, NGO, LSM.

Pada kesempatan ini, turut hadir pula ahli marketing Indonesia, Herman Kertajaya. Herman yang menjadi salah satu pembicara dalam konpers itu mengatakan Indonesia merupakan negara yang cocok dengan teknologi internet. Hal itu bisa dilihat, dalam peringkat Indonesia yang menempati urutan ke-2 dalam pengguna media jejaring sosial yakni Facebook.

"Human spirit indonesia pas dengan internet," ujarnya, saat konpers di Auditorium KPK, Kamis (29/11).

Atas hal ini, Herman berharap para penegak hukum di Indonesia dalam aktivitasnya juga menggunakan teknologi internet. Para penyelenggara negara sangat penting dapat menggunakan internet karena aksesnya lebih cepat dan mudah.

Herman mencontohkan di negara maju Amerika Serikat, penggunaan akses internet telah lama digunakan. Bahkan, terdapat suatu modul-modul tertentu yang dirancang, sehingga masyarakat dapat dengan cepat melaporkan.

"Di Amerika pakai modul-modul tertentu sehingga orang dapat melaporkan dan polisi lebih cepat menyimpulkan dan menangkap tersangka," jelasnya.

Diketahui, peluncuran e-learning Gratifikasi ini diharapkan memberikan dampak yang signifikan dalam penyebaran informasi, kemudahan akses, dan sosialisasi tentang pengetahuan dan ketentuan gratifikasi kepada masyarakat secara lebih luas dan menyeluruh.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.