KPK Masih Telusuri Keterlibatan Dada Rosada  

TEMPO.CO, Jakarta -- Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan tengah menganalisis hasil temuan penggeledahan di rumah Wali Kota Bandung Dada Rosada kemarin. Setelah analisis, baru bisa disimpulkan apakah Dada terlibat dalam pusaran kasus suap hakim Setyabudi Tedjocahyono atau tidak.

"Sedang dianalisis, butuh waktu, belum bisa dipastikan," ujar Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas kepada Tempo, Sabtu, 18 Mei 2013.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi disebut memang sedang mendalami peran Wali Kota Bandung Dada Rosada terkait kasus suap hakim Pengadilan Negeri Bandung, Setyabudi, dalam waktu dekat. Karena itu, KPK akan memanggil Dada. Tapi, hingga saat ini, pemanggilan masih ditunda.

Dada sendiri sering dikaitkan dengan kasus suap hakim Setyabudi karena dikenal dekat dengan salah seorang tersangka suap, Toto Hutagalung.

Nama Toto Hutagalung mencuat setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap hakim Setyabudi. Toto disebut-sebut sebagai orang yang mengutus tersangka Asep untuk menyerahkan suap Rp 100 juta kepada Setyabudi di Pengadilan Negeri Bandung.

Komisi antikorupsi menyebutkan, suap kepada Setyabudi masih terkait penuntutan dan putusan perkara untuk tujuh terdakwa kasus korupsi dana bantuan sosial Kota Bandung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung beberapa waktu lalu. Dalam dakwaan kasus tersebut, Wali Kota dan Sekretaris Daerah Edi Siswadi disebut-sebut terlibat.

Untuk memperdalam peran Dada, Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan penggeledahan di rumah Wali Kota Bandung itu. KPK menyatakan, penggeledahan di rumah Dada Rosada dilakukan karena ditengarai ada jejak-jejak tersangka kasus dugaan suap hakim Setyabudi Tedjocahyono. "Karena diduga ada bukti-bukti atau jejak-jejak yang bisa mengaitkan pada tersangka," kata juru bicara KPK, Johan Budi, kemarin.

Penggeledahan dilakukan oleh 20 penyidik. Penggeledahan dilakukan di rumah dinas Dada, Jalan Kauman Nomor 56, Bandung, dan rumah pribadinya di Jalan Tirtasari 2 Nomor 12, Bandung.

FEBRIANA FIRDAUS

Topik terhangat:

PKS Vs KPK | E-KTP | Vitalia Sesha | Ahmad Fathanah | Perbudakan Buruh

Berita lainnya:

EDISI KHUSUS Cinta dan Wanita Ahmad Fathanah

Polisi Temukan 60 Rekening Aiptu Labora Sitorus

Polisi dengan Rekening Rp 1,5 Triliun Pernah Dibui

Ditetapkan Tersangka, Labora Sitorus Belum Ditahan

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.