KPK: OTT Eks Wali Kota Yogyakarta Soal Izin Pembangunan Apartemen

Merdeka.com - Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut operasi tangkap tangan (OTT) terhadap mantan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti, terkait dengan dugaan suap pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB) apartemen. Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menjelaskan, bangunan yang dimaksud adalah pendirian apartemen di wilayah Yogyakarta.

"Tangkap tangan oleh tim KPK ini diduga terkait tindak pidana korupsi berupa suap perijinan pendirian bangunan apartemen di wilayah Yogyakarta," katanya kepada awak media, Jumat (3/6).

Dia menambahkan, saat OTT turut diamankan sejumlah barang bukti oleh penyidik KPK. Dia merinci, barang bukti tersebut seperti dokumen dan pecahan mata uang asing.

"Diamankan sejumlah bukti antara lain dokumen dan uang dalam pecahan mata uang asing yang jumlahnya masih terus dikonfirmasi kepada pihak yang ditangkap," ujarnya.

Saat ini, sambung Ali, sebanyak sembilan orang sudah diamankan baik di Yogyakarta dan Jakarta. Mereka tengah diperiksa secara intensif guna penetapan status selanjutnya.

"Sembilan orang tengah diperiksa, terdiri dari unsur swasta dan beberapa pejabat Pemkot Yogyakarta, termasuk Walikota periode 2017-2022," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, mantan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti (2011-2022) diamankan tim penindakan dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar di DKI Jakarta dan Yogyakarta, Kamis (2/6).

Haryadi Suyuti dan sejumlah pihak lain ditangkap tim satgas KPK lantaran diduga terlibat transaksi suap. OTT ini dibenarkan oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri.

"Merespon berbagai pertanyaan dari rekan-rekan media. Kami sampaikan bahwa KPK sedang melakukan tangkap tangan," ujar Ketua KPK Firli Bahuri kepada Liputan6.com, Kamis 2 Juni 2022.

Reporter: M Radityo/Liputan6.com [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel