KPK OTT Hakim Agung atas Kasus Suap Pengurusan Perkara di Mahkamah Agung

Merdeka.com - Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap beberapa orang terkait suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA).

Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan, tim KPK melakukan tangkap tangan pada beberapa pihak yang diduga sedang melakukan tindak pidana penerimaan hadiah atau janji terkait pengurusan perkara di MA.

"Pihak-pihak dimaksud, saat ini sudah diamankan dan dibawa ke gedung Merah Putih KPK untuk di mintai keterangan dan klarifikasi," tegas Ali, Kamis,(22/9).

Pada kegiatan ini, kata Ali, pihaknya juga turut diamankan sejumlah barang antara lain berupa uang dalam pecahan mata uang asing yang hingga saat ini masih di konfirmasi ke para pihak yang ditangkap tersebut.

"Untuk perkembangan lebih lanjut, segera akan kami sampaikan setelah seluruh kegiatan ini selesai dilakukan," kata Ali.

Informasi dihimpun dari sumber internal KPK, OTT terkait makelar kasus atau markus mantan Gubernur Bengkulu periode 2005-2012 Agusrin M Najamudin.

Senada, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan, penangkapan terhadap hakim agung itu diduga berkaitan dengan suap penanganan perkara di MA.

"Berkaitan dugaan tindak pidana korupsi suap dan pungutan tidak sah dalam pengurusan perkara di Mahkamah Agung," kata Ghufron.

Selain hakim agung, dalam operasi senyap ini tim penindakan KPK mengamankan sejumlah pihak. Hanya saja Ghufron masih enggan merinci jumlah pasti yang sudah diamankan KPK.

"Giat tangkap tangan terhadap beberapa orang di Jakarta dan Semarang," beber dia.

Lebih lanjut Ghufron meminta semua pihak bersabar lantaran tim KPK sedang memeriksa sejumlah pihak yang diamankan tersebut.

"Pada saatnya nanti akan kami jelaskan secara lebih detil," katanya.

Sebelumnya, Tim satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan menggelar operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini tim penindakan mengamankan salah satu hakim di Mahkamah Agung (MA).

Terkait penangkapan hakim itu dibenarkan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron.

"Benar (OTT hakim MA)," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (22/9). [ded]