KPK Pastikan Surat Penyelidikan Korupsi Bupati Gowa Palsu

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menemukan dan memeriksa surat perintah penyelidikan di Kabupaten Gowa. KPK memastikan surat yang menyebut pihaknya sedang melakulan penyelidikan korupsi Bupati Gowa adalah surat palsu.

"KPK telah memeriksa dan memastikan bahwa kedua surat tersebut palsu," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (6/10/2021).

Ali menegaskan format surat palsu itu berbeda dengan surat yang biasa dikeluarkan oleh pihak lembaga anturasuah. Menurut Ali, naskah dalam surat tersebut tidak rapi dan tak terlihat dikeluarkan oleh penegak hukum.

"Surat juga tidak dibubuhi tanda tangan serta salah dalam penyebutan pihak penandatangan yaitu atas nama Eko Marjono sebagai Direktur Analisa Korupsi dan Direktur Penyelidikan," kata Ali.

Dugaan Tindak Pemerasan

KPK pastikan surat pemanggilan Bupati Gowa yang beredar di media sosial palsu. (Dok: KPK)
KPK pastikan surat pemanggilan Bupati Gowa yang beredar di media sosial palsu. (Dok: KPK)

Ali menduga surat itu dibuat untuk memeras pihak-pihak tertentu di Kabupaten Gowa. Menurut Ali, hal itu merupakan tindak penipuan yang mengatasnamakan lembaga antirasuah.

Ali meminta masyarakat tetap berhati-hati dan segera melaporkannya ke pihak berwajib.

"KPK secara tegas meminta para pihak tidak lagi memalsukan atau melakukan tindakan-tindakan mengatasnamakan KPK untuk menipu, memeras, dan bertindak kriminal lainnya yang dapat merugikan masyarakat," kata Ali.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel