KPK Periksa 17 Saksi Suap Ketok Palu RAPBD di Mapolda Jambi

Merdeka.com - Merdeka.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa 17 saksi kasus suap ketok palu RAPBD Provinsi Jambi 2017-2018. Pemeriksaan berlangsung di Mapolda Jambi, Rabu (21/9).

Sebanyak 17 orang yang diperiksa KPK merupakan anggota dan mantan anggota DPRD Jambi, yakni: Elhelwi, Hasim Ayub, Bambang Bayu Suseno, Agus Rama, Salim, Mauli, Syopian, Hasan Ibrahim, M Khairil, Muhamadiyah, Bustami Yahya, Budi Yako, Yanti Maria Susanti, Nasrulah Hamka, Sri Fatmawati, Rudi Wijaya dan Supriyanto. Dua di antaranya mengaku sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Ada 17 orang saksi yang kita mintai keterangannya, pemeriksaan dilakukan di Polda Jambi,"kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri.

Menurut Ali Fikri, perkembangan dari proses penyidikan ini akan tetap disampaikan sebagai salah satu bentuk pengawasan publik dalam upaya penindakan yang KPK lakukan. "Perkara ini juga menjadi salah satu komitmen KPK untuk mengajukan pihak-pihak yang diduga turut bertanggung jawab atas terjadinya perbuatan pidana ke Pengadilan Tipikor," tutupnya.

Serahkan Berkas

Orang pertama yang keluar dari ruangan penyidikan adalah Bambang Bayu Suseno (BBS), mantan Wakil Bupati Muaro Jambi. Saat menuruni anak tangga, BBS yang mengenakan kemeja berwarna biru menyebutkan dia diperiksa sebagai saksi.

"Diperiksa sebagai saksi,"katanya sambil meninggalkan awak media, Rabu (21/9).

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu diperiksa dalam kapasitas sebagai anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019.

Selain dirinya, BBS mengatakan hari ini ada beberapa koleganya dari PAN yang juga diperiksa KPK. "Di dalam ruang pemeriksaan semuanya Fraksi PAN," jelasnya.

Lebih lanjut, BBS mengatakan oleh penyidik KPK ia dimintai keterangan terkait rekan-rekannya di DPRD Provinsi Jambi.

"Kita memberikan penjelasan bahwa pada tanggal 17 September 2016 lalu kita sudah mengundurkan diri sebagai anggota DPRD Provinsi Jambi. Tadi berkasnya dipinta dan sudah kita serahkan," tegasnya.

Akui Jadi Tersangka

Sementara itu, Agus Rahma saat meninggalkan Mapolda Jambi mengaku dirinya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara yang sempat menggemparkan Provinsi Jambi tahun 2017 silam.

"Ya, saya sudah mengetahui ditetapkan sebagai tersangka kemarin," katanya setelah keluar dari ruang pemeriksaan.

Kata Agus Rahma, dia menerima surat penetapan tersangka tersebut beberapa hari lalu. "Sudah beberapa hari lalu saya terima, kita jalani saya proses hukumnya,"ucapnya.

Tidak berselang lama, Salim juga telah usai menjalani pemeriksaan, terlihat keluar dari ruangan pemeriksaan, dia menggunakan kemeja berwarna putih. Saat ditanya, Salim hanya diperiksa sebagai saksi. "Hanya diperiksa sebagai saksi. Belum ada tersangka baru,"ujarnya

Hasan Ibrahim juga memenuhi panggilan penyidik, dia datang dengan mengenakan pakaian kemeja batik berwarna biru dan kopiah, Hasan Ibrahim terlihat memasuki ruangan pemeriksaan penyidik KPK.

Minta Maaf kepada Masyarakat

Sebelum memasuki ruangan pemeriksaan, Hasan Ibrahim mengatakan kepada para awak media bahwa dirinya dipanggil sebagai saksi. "Diperiksa hanya sebagai saksi,"katanya.

Ibrahim mengaku telah mendapatkan informasi jika dirinya ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

"Saya sudah dapat kabar, namun untuk surat resminya saya belum menerimanya. Nanti kan suratnya dikirim," ujarnya saat usai diperiksa penyidik KPK di Mapolda Jambi.

Terkait penetapan dirinya sebagai tersangka, Hasan Ibrahim menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, terutama kepada para pendukungnya.

Hasan juga menjelaskan bahwa dirinya tidak ada niat untuk melakukan kejahatan. Dia pun sudah dipecat dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Terkait pemeriksaan hari ini, Hasan Ibrahim mengaku hanya diperiksa sebagai saksi. Namun ia enggan membeberkan terkait materi pemeriksaan."Tanya saja sama penyidik,"tegasnya.

Reporter: Hidayat. [yan]