KPK Periksa Staf BPKP Riau

Pekanbaru (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi juga memeriksa dua staf Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Wilayah Riau, berkaitan kasus dugaan suap atau gratifikasi proyek Pekan Olahraga Nasional XVIII.

"Ada dua staf BPKP yang diperiksa hari ini. Bersamanya juga diperiksa Kepala Dinas Pekerjaan Umum Riau, SF Hariyanto, dan beberapa bendaharawan dan pihak rekanan proyek PON ke-18 itu," kata juru bicara KPK, Johan Budi, kepada ANTARA saat dihubungi dari Pekanbaru, Jumat.

Namun Johan enggan menyebutkan identitas staf BPKP Riau yang diperiksa itu, dengan alasan hanya sebagai tahap penyidikan guna melengkapi berkas perkara sebelumnya.

"Yang jelas itu saja. Dari BPKP diperiksa untuk memberikan penjelasan terkait kasus," kata dia lagi.

Pemeriksaan sejumlah saksi kasus dugaan suap atas pengesahan Peraturan Daerah (Perda) Nomor: 6/2010, dan Perda Nomor: 5/2008 tentang Proyek Arena Menembak dan Proyek Stadion Utama PON XVIII senilai Rp900 miliar.

Penyidikan dilakukan di ruang Cipta Prasetya Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Riau, di Jalan Patimura Pekanbaru.

Pemeriksaan saksi-saksi itu dimulai sekitar pukul 10.00 WIB, dan masih berlanjut hingga Jumat siang ini.

Sebelumnya, terkait kasus yang sama, KPK juga telah menetapkan sebanyak enam tersangka, dua di antaranya yakni Eka Dharma Putra selaku Kepala Seksi (Kasi) Sarana dan Prasarana Olahraga pada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau, dan seorang dari pihak rekanan PT pembangunan Perumahan Rahmat Syahputra.

Berkas perkara keduanya telah dinyatakan lengkap atau P-21, dan telah dilimpahkan ke pihak jaksa KPK.

Keduanya direncanakan akan menjalani sidang tindak pidana korupsi (tipikor) di Pekanbaru, Riau.

Bersama keduanya, juga ditetapkan status tersangka untuk tiga anggota DPRD Riau, yaitu Muhammad Dunir (PKB), Muhammad Faisal Aswan (Golkar), dan Taufan Andoso Yakin (PAN/Wakil Ketua DPRD Riau).

Kemudian seorang lainnya, yakni mantan Kepala Dispora Riau, Lukman Abbas, saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Gubernur Riau HM Rusli Zainal, juga telah ditetapkan sebagai tersangka kasus itu.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.