KPK Periksa Tiga Pegawai Adhi Karya

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tiga pegawai PT Adhi Karya diperiksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (25/6/2012).

Pemeriksaan terkait dugaan suap perubahan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2010 tentang Peningkatan Dana Anggaran Kegiatan Tahun Jamak, untuk pembangunan venues PON ke-18 di Riau.

Ketiganya adalah akunting departemen Hafiz Bambang Pamungkas, Divisi Kontruksi I M Arief Taufiqurahman, dan departemen finansial Anis Anjani.

"Kami periksa untuk pengembangan penyidikan," kata Kabag Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha.

Sebelumnya, KPK juga pernah memeriksa Kepala Divisi Konstruksi III PT Adhi Karya Adji Satmoko. Pada kasus ini, KPK juga pernah menggeledah kantor PT Adhi Karya Divisi Medan dan Riau.

KPK menetapkan enam tersangka dalam kasus suap ini, yakni mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Riau Lukman Abbas, dan Wakil Ketua DPRD Riau Taufan Andoso Yakin.

Dua anggota DPRD Riau, yakni Muhammad Faisal Aswan dan Muhammad Dunir, juga jadi tersangka bersama mantan Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dinas Pemuda dan Olahraga Riau Eka Darma Putra, dan staf PT Pembangunan Perumahan Rahmat Syahputra.

Sedangkan Rahmat Syahputra dan Eka Darma Putra yang juga tersangka, sudah merampungkan berkas pemeriksaan. KPK telah melimpahkan berkas keduanya ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pekanbaru, Riau. (*)

BACA JUGA

  • Rektor Universitas Haluelo Bantah Terima Dana Rp 45 M 
  • Sidang Xenia Maut Kembali Digelar Setelah 2 Kali Tertunda 
  • Rektor Universitas Haluelo Emosi Dikatakan Mangkir dari KPK 
  • Wakil Wali Kota Semarang Bersaksi untuk Soemarmo 
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.