KPK Pertanyakan Kuasa Hukum Mardani Maming Kirim Surat Penundaan Pemeriksaan

Merdeka.com - Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merasa heran dan mempertanyakan alasan kuasa hukum Bendahara Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Mardani H Maming, yang melayangkan surat penundaan pemeriksaan pada 25 Juli 2022.

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri menyampaikan, pihaknya telah menjadwalkan pemeriksaan tahap kedua pada 21 Juli 2022. Namun sayangnya, Mardani H Maming kembali mangkir dari panggilan.

Padahal, Ali mengakui setiap surat panggilan, KPK selalu mencantumkan kontak atau nara hubung untuk memudahkan pihak yang dipanggil melakukan konfirmasi.

"Kalau memang benar ada surat yang dikirim oleh pihak pengacara tersangka tersebut, mengapa baru dibuat pada tanggal 25 Juli 2022 dan disampaikan bahwa tersangka akan hadir pada tanggal 28 Juli 2022?," kata Ali dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Rabu (27/7).

Terkait surat yang dikirimkan kuasa hukum tersangka dugaan suap Mardani H Maming itu, KPK akan memeriksa apakah telah diterima atau belum. Sebab, penerimaan surat di KPK berjalan secara birokratis.

Dia juga menegaskan, KPK akan menangani perkara ini sesuai dengan hukum yang berlaku dan tidak melanggar aturan yang ada.

"Namun demikian, kami akan cek dan pastikan kebenaran surat tersebut, dikirim kapan dan diterima oleh siapa di KPK, karena tentu administrasi persuratan di KPK juga ada mekanisme birokrasinya seperti halnya di lembaga lain," ucapnya.

Mardani Maming Buronan KPK

KPK menetapkan Mardani H Maming sebagai buron. Mantan Bupati Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan itu dinilai tidak kooperatif karena tidak memenuhi panggilan penyidik KPK hingga dua kali.

Diketahui, KPK menjadwalkan Maming untuk diperiksa pertama kali setelah ditetapkan sebagai tersangka pada 14, Juli lalu. Namun, Maming tidak hadir dengan alasan sedang mengajukan praperadilan.

Kemudian, KPK melakukan panggilan kedua yang dilayangkan pada 21 Juli. Maming kembali absen.

Hingga pada 25 Juli 2022, KPK melakukan jemput paksa terhadap Maming. Akan tetapi, upaya itu tak membuahkan hasil karena Maming tidak berada di apartemennya. [tin]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel