KPK Sebut Ada Korupsi Besar di NTT

Mohammad Arief Hidayat, Edwin Firdaus
·Bacaan 1 menit

VIVA – Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan koordinasi penanganan perkara korupsi dengan aparat penegak hukum di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri menerangkan bahwa kegiatan koordinasi itu membahas penanganan perkara yang ditangani Kepolisian Daerah NTT dan Kejaksaan Tinggi NTT yang mendapat sorotan KPK.

"Ada beberapa perkara tindak pidana korupsi yang ditangani oleh Polda NTT dan Kejati NTT yang mendapat atensi dari KPK karena menjadi perhatian masyarakat dan nilai kerugian keuangan negaranya cukup besar," kata Ali kepada wartawan, Jumat, 6 November 2020.

Perkara yang tengah disoroti KPK adalah dugaan korupsi pengalihan aset tanah milik Pemkot Kupang yang sudah masuk tahap persidangan. Kasus yang ditangani Kejati NTT itu menyeret mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean dan mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional Kota Kupang Thomas More.

Ali memastikan KPK mendukung proses penanganan kasus tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Polda NTT dan Kejati NTT. KPK juga siap membantu Polda NTT dan Kejati NTT bila terdapat hambatan dalam proses penanganan perkara.

"Kegiatan koordinasi yang dilakukan oleh KPK merupakan wujud adanya sinergitas antara KPK dengan kepolisian dan kejaksaan dalam melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi," katanya. (ase)

Baca: KPK Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Pembangunan Gereja di Papua