KPK Selidiki Dugaan Korupsi Pupuk di Kementerian Pertanian

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Edwin Firdaus

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketahanan pangan masuk dalam roadmap pemberantasan korupsi Komisi Kemberantasan Korupsi (KPK). Karena itu, selain intens mendalami perkara daging impor, lembaga superbody ini juga tengah menyelidiki kasus yang berhubungan dengan ketahanan pangan.

Hal tersebut pun tak ditampik Ketua KPK, Abraham Samad. Ditegaskan Abraham, pihaknya akan menelusuri tindak pidana korupsi pada sektor yang berada di bawah naungan kementrian pertanian, seperti Pupuk, Benih, serta Holtikultura.

"Kami akan lakukan juga penyelidikan," kata Abraham melaui pesan singkatnya, Minggu (3/2/2013).

Sayangnnya, Abraham belum mau menjelaskan secara spesifik mengenai hal tersebut. Menurut informasi yang dihimpun, jika dugaan korupsi pada sektor ketahanan tersebut sudah melewati tahap pengumpulan bahan dan keterangan alias pulbaket, maka tahap penyelidikan pun menjadi tahapan yang akan dilakoni KPK. Bahkan, jika hal tersebut terus dikembangkan KPK, tak menututup kemungkinanan akan ada pihak-pihak yang akan terseret, termasuk politisi Partai.

Dalam kasus dugaan suap sapi impor, KPK telah mentapkan empat tersangka. Mereka yakni, mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaq, Ahmad Fathanah, Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi.

Mereka ditetapkan sebagai tersangka terkait pengembangan dari hasil oprasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK beberapa waktu lalu.

Dalam oprasi tangkap tangan tersebut, KPK berhasil mengamankan sejumlah bukti termasuk salah satunya uang yang disinyalir suap senilai Rp 1 miliar. Uang tersebut diduga terkait peningkatan kuota impor daging. Uang suap tersebut diduga diberikan dari PT Indoguna Utama, perusahaan importir daging untuk Luthfi dan Ahmad.

PT Indoguna menjanjikan memberi fee dari tiap daging per kilogramnya antara Rp 5000, dari total order kuota yang ingin didapatnya untuk 2013 sekitar delapan ribu ton. Oleh karena itu, berhembus kabar bila suap yang akan diberikan mencapai Rp 40 miliar. Sebagai tahapan awal, uang Rp 1 miliar yang ditemukan di dalam operasi tangkap tangan di mobil Ahmad adalah uang muka untuk Luthfi.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Apakah kandidat nama cawapres Jokowi yang beredar sekarang sudah sesuai dengan harapan Anda?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat