KPK Siap Jemput Paksa Nazaruddin di Singapura

Hakim Wanita yang Dicokok KPK Itu Imas Diana Sari?

Laporan Wartawan Tribun Timur, Aqsa Riandy Pananrang

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan siap melakukan penjemputan paksa kepada mantan Bendaraha Umum Partai Demokrat Nazaruddin dari Singapura.

Langkah paksa tersebut akan dilakukan jika legislator DPR RI tersebut tak kunjung memenuhi panggilan untuk bersaksi ke KPK terkait kasus pembangunan Wisma Atlet Sea Games.

"Yah dipanggil. Kalau dia belum tersangka yang bersangkutan kita panggil. Ada panggilan pertama, panggilan kedua, sampai panggilan ketiga. Tetapi kalau tidak hadir tentu harus ada upaya yang sifatnya ada unsur paksanya untuk menghadirkan karena permintaan keterangan itu penting dalam proses penegakan hukum," jelas Wakil Ketua KPK RI M Jasin kepada wartawan di Hotel Imperial Aryaduta, Makassar, Rabu (15/06/2011).

KPK berharap yang bersangkutan dapat hadir untuk memenuhi panggilan kedua tersebut. Menurut Jasin, jika yang bersangkutan dikatakan sakit harus jelas dirawat dimana dengan ada surat keterangan dari otoritas RS bersangkutan.

Selain itu, KPK harus diperkenankan mengirimkan tim dokter untuk memberi second opinion mengenai alasan ketidakhadiran Nazaruddin memberi kesaksian di KPK.

Namun, Jasin tidak merinci kapan panggilan ketiga akan dilayangkan jika dalam pemanggilan kedua yang bersangkutan tak kunjung bersaksi di KPK.

"Prosedurnya tetap melalui prosedur hukum. Kita lihat panggilan kedua dulu lah, apa datang atau tidak. Kita jangan berandai-andai dia tidak datang. Artinya, saat surat pemannggilan itu idealnya orang bersangkutan harus datang, jadi tidak ada target-targetan," ujarnya.

"Jika tidak datang, kita layangkan lagi panggilan ketiga. Kalau tidak, tentu ada upaya-upaya dulu. Upayanya apa, yah nanti dulu kalau semuanya dibocorkan ke media kita ini bukan menteri penerangan," jelas Jasin menambahkan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel