KPK Sita Mobil Pengacara Terkait Kasus Edhy Prabowo

Agus Rahmat, Edwin Firdaus
·Bacaan 1 menit

VIVA – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), melakukan penyitaan terhadap sebuah mobil dari advokat Robinson Paul Tarru.

Penyitaan dilakukan berkaitan dengan penyidikan kasus dugaan suap perizinan ekspor benih lobster (benur), yang menjerat mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, dan sejumlah pihak lainnya.

Mobil itu diduga milik tersangka Andreau Pribadi Misanta (APM). Penyitaan dilakukan saat penyidik memeriksa Robinson, dalam kapasitas sebagai saksi pada Jumat pekan lalu.

Baca juga: Wakil Menag Minta Masyarakat Tak Perlu Khawatirkan Vaksin AstraZeneca

"Robinson Paul Tarru pemeriksaan telah dilakukan pada Jumat, pada yang bersangkutan dilakukan penyitaan satu unit mobil yang diduga milik tersangka APM," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada awak media, Senin, 22 Maret 2021.

Adapun KPK menetapkan tujuh orang tersangka suap terkait perizinan tambak, usaha, dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020.

Mereka adalah Edhy Prabowo, Staf Khusus Menteri KKP Safri dan Andreu Pribadi Misanta, pengurus PT ACK Siswadi, seorang staf istri Menteri KKP Ainul Faqih, dan Amiril Mukminin sebagai penerima suap.

Sedangkan tersangka pemberi suap yakni Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama (DPPP) Suharjito, saat ini sudah berstatus terdakwa dan dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta.