KPK Tangkap Bupati Mandailing Natal

Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Bupati Mandailing Natal, Sumatera Utara, Hidayat Batubara terkait dengan kasus dugaan penerimaan hadiah untuk proyek Bantuan Dana Bawaan (BDB).

"HIB (Hidayat Batubara) baru saja ditangkap di Medan, kemungkinan akan dibawa ke Jakarta," kata Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi KPK Johan Budi di Jakarta, Selasa.

Penangkapan tersebut terkait dengan petugas KPK yang menemukan uang Rp1 miliar di rumah Hidayat di Medan yang diduga terkait dengan proyek Bantuan Dana Bawaan (BDB).

Selain Hidayat, KPK juga telah mengamankan satu kontraktor yaitu SP (Surung Panjaitan) dan seorang pejabat pelaksana tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mandailing Natal KRL (Khairil Anwar).

"Berdasarkan hasil pemeriksaan, pemberian diduga berkaitan dengan proyek alokasi dana bantuan istilahnya proyek Bantuan Dana Bawaan (BDB) dari provinsi ke kabupaten Mandailing Natal untuk sejumlah proyek di Madina," jelas Johan.

Penangkapan dimulai saat KPK memperoleh informasibahwa pada Selasa, 14 Mei sekitar pukul 10.00 WIB seorang bernama SP (Surung Panjaitan) dari swasta bertemu dengan HIB (Hidayat Batubara) yaitu Bupati di Mandailing Natal (Madina) di rumah HIB di Medan sekitar pukul 12.00 WIB.

Johan mengatakan bahwa diduga ada serah terima uang antara SP dengan HIB. "Kemudian sekitar pukul 12.00 WIB, penyidik KPK mengamankan SP tidak jauh dari rumah HIB di Medan, bersama SP ada KRL (Khaliril Anwar) yaitu Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Madina, keduanya diamankan di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara," tambah Johan.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh penyelidik dan penyidik KPK, diketahui bahwa ada serah terima uang sebesar Rp1 miliar yang dilakukan SP kepada KRL.

"Setelah ada pemeriksaan kedua orang ini maka KPK melakukan pemeriksaan rumah HIB yaitu di jalan Sei Asahan No 76 Medan dan dalam pemeriksaan rumah tersebut petugas KPK menemukan uang rupiah yang dibungkus plastik di dalam lemari filing cabinet," jelas Johan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pemberian diduga berkaitan dengan proyek Bantuan Dana Bawaan dari provinsi ke Kabupaten Mandailing Natal (Madina) untuk sejumlah proyek di Madina .

"Status ketiganya sekarang masih terperiksa dan baru saja ada informasi bahwa mereka akan diterbangkan dari Medan ke sini," ungkap Johan.

Hidayat ditangkap belakangan setelah KRL dan SP karena saat petugas tiba ke rumah Hidayat, ia sudah tidak ada di sana.

"Kami meminjam kantor Kejati Sumut untuk pemeriksaan, kami juga mengucapkan terima kasih Polda sumut dalam mengamankan HIB," tambah Johan. (tp)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.