KPK Telusuri Prosedur dan Pembiayaan Pengadaan Gas Alam Cair di Pertamina

Merdeka.com - Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mendalami prosedur hingga pembiayaan terkait pengadaan gas alam cair atau liquified natural gas (LNG) mili PT Pertamina (Persero) tahun anggaran 2011-2021. Pendalaman dilakukan dengan memanggil SVP Gas PT Pertamina periode 2011-2012, Nanang Untung.

Dia diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi LNG pada Rabu, 5 Oktober 2022 di Gedung KPK.

"Saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan adanya pembahasan untuk dilakukannya pengadaan LNG di PT Pertamina. Selain itu didalami lebih lanjut mengenai prosedur hingga pengeluaran biaya untuk pengadaan LNG dimaksud," ujar Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (6/10).

Terkait kasus ini, KPK belum melakukan penahanan meskipun sudah ada yang ditetapkan tersangka. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Karyoto menjelaskan, alasan pihaknya belum menahan para tersangka. Menurut Karyoto, singkatnya waktu penahanan jadi alasan pihaknya belum menahan para tersangka.

Menurut Karyoto, tim penyidik masih mencari bukti tambahan memperkua tdugaan pidana yang dilakukan para tersangka.

Dia menambahkan, ada batas waktu dalam undang-undang untuk melakukan penahanan terhadap tersangka. Maka dari itu, Karyoto menyebut tim penyidik masih fokus mencari kelengkapan alat bukti sebelum menahan para tersangka.

"Dalam penyidikan itu ada batas waktunya, 20 hari pertama penahanan, kemudian ditambah 40 hari, ditambah 30 hari, terus ditambah 30 hari. Kalau ancamannya kurang dari 10 tahun, harus dalam waktu 120 hari kami harus melimpahkan ke penuntutan," kata Karyoto.

Reporter: Fachrur Rozie
Sumber: Liputan6.com [lia]