KPK Terus Buru Aset Djoko Susilo

TEMPO.CO , Jakarta:KPK terus memburu aset tersangka kasus korupsi proyek simulator mengemudi Inspektur Jenderal Djoko Susilo. Hingga kini, KPK sudah menyita sekitar 25 aset milik bekas Kepala Korps Lalu Lintas tersebut. "Proses asset tracing masih terus berjalan," ujar Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, Rabu, 13 Maret 2013. KPK mengaku berterimakasih dengan laporan masyarakat soal aset Djoko Susilo.

"Kami ucapkan terimakasih karena sebagian besar info masuk dari masyarakat," kata Bambang. Laporan tersebut, lanjut dia, masih harus diverifikasi oleh tim asset tracing.

Namun penelusuran aset bisa jadi menghambat penyelidikan. "Di satu sisi ini memang bagus, tapi perlu dicermati juga soal status penahanan Djoko Susilo," kata Bambang."Untuk itu harus diputuskan juga soal perburuan aset ini. Apakah langsung menunggu pembuktian terbalik dari pengadilan, atau dihentikan dulu sementara."

Pimpinan KPK, kata dia, belum memutuskan langkah berikutnya, soal perburuan aset. Terkait dengan aset Djoko di luar negeri, KPK mengaku belum memperoleh informasi. "Belum ada."

Sedangkan untuk total aset bekas Gubernur Akademi Kepolisian Bambang menjawab, "Saya pikir hanya Allah dan Pak Djoko saja yang tahu totalnya," ujar Bambang.

Sebelumnya, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia merilis data sejumlah aset Djoko di Madiun. Nilai seluruh aset itu diperkirakan mencapai Rp 15 miliar. KPK telah menyita sekitar 25 aset mantan Gubernur Akademi Polisi tersebut. Terakhir, KPK menyita empat mobil bekas Kepala Korlantas ini. Aset Djoko lainnya yang disita adalah tanah dan bangunan, serta tiga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

SUBKHAN

Baca juga

Temui SBY, 7 Jenderal Bahas Pemilu Presiden 2014 

Pesan SBY Untuk Presiden Indonesia 2014

KPK: Akuntabilitas Keuangan Parpol Belum Rapi

Dana Safari PKS, Mendagri: Tanggungjawab Gubernur

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.