KPK Tetapkan Direktur PT Indoguna Sebagai Tersangka

Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Direktur Utama PT Indoguna Utama sebagai tersangka kasus suap pengurusan kuota impor daging di Kementerian Pertanian.

"Berdasarkan proses pengembangan penyidikan berkaitan dugaan tindak pidana korupsi pengurusan kuota impor sapi, penyidik KPK menemukan dua alat bukti yang cukup dan disimpulkan atas nama MEL (Maria Elizabeth Liman) dari swasta sebagai tersangka," kata Juru Bicara KPK Johan Budi di Jakarta, Jumat.

Artinya ada tiga orang dari PT Indoguna yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, yaitu Elizabeth dan dua direktur Indoguna lain yang masih punya hubungan kekerabatan yaitu Arya Abdi Efendi dan Juard Efendi.

"MEL disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah menjadi UU No. 20/2001 jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP," ungkap Johan.

Pasal tersebut adalah mengenai orang yang memberi atau menjanjikan sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dengan maksud supaya pegawai negeri atau penyelenggara negara tersebut berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya; dengan ancaman pidana penjara 1-5 tahun dan denda Rp50-250 juta.

"MEL diduga sebagai pemberi suap dan penerimanya adalah LHI (Luthfi Hasan Ishaaq) dan AF (Ahmad Fathanah)," ungkap Johan.

Sehingga dalam kasus ini KPK sudah menetapkan lima orang tersangka, yaitu mantan presiden Partai Kesejahteraan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq, orang dekat Luthfi, Ahmad Fathanah, dua orang direktur PT Indoguna Utama Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi serta Maria Elizabeth Liman.

"Belum berhenti pada titik sekarang jadi masih mengembangkan keterlibatan pihak-pihak lain, tapi KPK tidak menarget-nargetkan orang, dalam penetapan MEL sebagai tersangka adalah pengembangan kasus ke pemberi sedangkan dalam pengembangan lain kami lakukan penelusuran apakah penerima hanya berhenti pada AF dan LHI," tambah Johan.

Elizabeth pada pemeriksaan Rabu (27/2) pernah percaya diri tidak akan ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

"Enggak mungkin saya jadi tersangka," kata Elizabeth singkat usai diperiksa KPK pada Rabu (27/2).

Padahal menurut pengacara Luthfi, Mohammad Assegaf mengakui bahwa kliennya pernah melakukan pertemuan dengan Mentan Suswono, Ahmad Fathanah, Direktur Utama PT Indoguna Utama Maria Elisabeth Liman dan mantan Ketua Umum Asosiasi Benih Indonesia Elda Devianne Adiningrat untuk membahas kuota impor daging sapi pada Januari 2013 di hotel Aryaduta Medan.

Dalam kasus ini, Lutfhi diduga menggunakan pengaruhnya (trading in influence) terhadap kadernya di PKS Menteri Pertanian Suswono.

KPK menyita barang bukti berupa uang yang dibungkus dalam tas kresek hitam senilai Rp1 miliar sebagai nilai komitmen awal untuk mengamankan komitmen kuota impor daging sapi, uang itu merupakan bagian nilai suap seluruhnya diduga mencapai Rp40 miliar dengan perhitungan "commitment fee" per kilogram daging adalah Rp5.000 dengan PT Indoguna meminta kuota impor hingga 8.000 ton.

Juard dan Arya Effendi diduga melanggar Pasal 5 Ayat (1) atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah menjadi UU No. 20/2001 jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Ahmad dan Lutfi diduga melanggar Pasal 12 Huruf a atau b atau Pasal 5 Ayat (2) atau Pasal 11 UU No. 31/1999 sebagaimana telah diubah menjadi UU No. 20/2001 jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP mengenai penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji terkait kewajibannya.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro mengungkapan PT Indoguna Utama pada 2013 mendapatkan jatah impor daging sapi total sebanyak 3.420 ton atau 10,6 persen dari total kuota daging beku 2013 sebanyak 32.000 ton.

Angka itu mencakup kuota daging industri 2.995 ton dan 425 ton daging keperluan untuk hotel, restoran dan katering.

Secara terpisah data Kementerian Perdagangan (Kemendag) menunjukan PT Indoguna Utama memegang hak impor daging sapi beku tahun 2013 sebesar 2.995 ton.(rr)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.