KPK: Tidak ada orang miskin yang korupsi

MERDEKA.COM, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengidentifikasi tiga kategori koruptor, yaitu dari kalangan orang cerdas, orang kaya dan penguasa. Sejak berdiri delapan tahun lalu, KPK belum pernah menemukan koruptor dari kalangan tidak mampu atau ada orang miskin.

"Pengalaman delapan tahun tersebut belum pernah menangkap koruptor dari kalangan orang miskin. Dipastikan yang bersangkutan orang kaya, cerdas dan menduduki kekuasaan," kata Penasehat KPK Said Zainal Abidin dalam sesi seminar pencegahan korupsi di Kendari seperti dikutip Antara, Kamis (29/11).

Said mengatakan, seseorang yang menduduki suatu jabatan atau kekuasaan berpotensi menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri sendiri, orang lain atau suatu koorporasi. Secara garis besar bahwa korupsi terjadi karena faktor budaya, faktor psikologi dan faktor sosial.

"Tidak ada orang bodoh yang melakukan korupsi. Sekian pelaku korupsi yang diproses KPK adalah orang-orang memiliki sumber daya yang bagus. Korupsi meresahkan tetapi sebagian masyarakat menerimanya. Ini yang aneh di Indonesia. Korupsi terjadi karena ada yang memberi dan ada yang menerima," ujar Said.

Seminar pencegahan korupsi yang digelar KPK bersama BPKP dan Pemerintah Kota Kendari diikuti kalangan pejabat birokrasi setempat, unsur lembaga swadaya masyarakat dan penggiat anti korupsi.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.