KPK-TNI Jalin Kerjasama Soal Rumah Tahanan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan terobosan baru. Kali ini, KPK menggandeng TNI guna meningkatkan kerjasama.

Satu diantara yang tertuang dalam MoU atau nota kesepahaman antara KPK dan TNI yakni mengenai peminjaman Rumah Tahanan.

Penandatanganan dilakukan Ketua KPK Abraham Samad dan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono di Mabes TNI di Cilangkap.

Rumah tahanan yang akan dipinjam KPK adalah milik Kodam Jaya yang juga terletak di area Kuningan, tak jauh dari kantor KPK.

"Diharapkan kerja sama yang telah dibangun antara KPK dan TNI selama ini dan diperbarui lewat MoU yang ditandatangani hari ini, mampu memberikan sinergi penegakan hukum pemberantasan korupsi secara independen dan bebas dari kekuasaan manapun," kata Abraham dalam pertemuan itu, seperti tertulis dalam keterangan persnya yang didapat wartawan, Jumat (14/9/2012).

Sementara itu, Panglima TNI Laksamana Agung Suhartono menegaskan nota kesepahaman ini merupakan wujud dukungan TNI dalam membantu KPK untuk memberantas korupsi.

"Dukungan TNI dalam pemberantasan korupsi merupakan komitmen TNI dalam menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan golongan maupun individu," kata Agus.

Selain peminjaman rutan, kerja sama antara dua lembaga itu yakni membantu pihak TNI dalam mendistribusikan, mengumpulkan serta menyerahkan LHKPN.

Secara timbal balik, pihak TNI juga memberikan informasi atau data dengan pelaporan gratifikasi dan tindak korupsi yang dilakukan prajurit TNI.

  • Tahun 2015 Sharp Indonesia Hentikan Produk TV Tabung
  • Peraturan Menkeu Dikhawatirkan Bunuh Pelaku Industri Rokok
  • Peraturan Menkeu Bisa Bunuh Industri Rokok
  • AirAsia Akan Operasikan Airbus A320 Sharklets
  • Andalan Advisindo Tangani IPO Perusahaan Manufaktur
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.