KPK undang Romo Magnis bahas kode etik

MERDEKA.COM. Romo Magnis Suseno siang ini mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Romo yang mengenakan kemeja kotak-kotak putih ini datang sekitar pukul 13.50 WIB.

Saat ditanya wartawan, Romo mengaku dirinya diundang KPK untuk bahas kode etik. "Mau ngomongin kode etik katanya," ujar Romo, Selasa (19/2).

Romo enggan menjelaskan secara rinci terkait apa pembahasan kode etik di KPK. Romo hanya dengan singkat menjawab, "Nanti saja itu," ujarnya.

Seperti diketahui, KPK tengah melakukan pengusutan terkait dokumen yang disinyalir draf sprindik Ketua Umum Anas Urbaningrum sebagai tersangka. KPK telah membentuk tim investigasi untuk mendalami siapa penyebar dokumen itu.

Dokumen yang berisi draf sprindik Anas merupakan surat menuju sprindik, yang biasanya dibuat sehabis gelar perkara. Di dokumen itu terdapat 3 tanda tangan pimpinan KPK, Abraham Samad, Adnan Pandu Praja dan Zulkarnain. Menurut Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja, dokumen yang dia tandatangani merupakan dokumen asli.

Sementara itu, Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengatakan penyebar dokumen tersebut bisa dikenakan pidana jika sampai menghambat penyelidikan, penyidikan. Jika pembocor dokumen di level pimpinan maka akan dibentuk komite etik.

Namun jika pembocor di kalangan pegawai, maka akan ditindaklanjuti oleh Dewan Pertimbangan Pegawai. Diketahui, yang mengetahui dokumen draf sprindik itu yakni Direktur Penyelidikan, Direktur Penyidikan, Deputi Penindakan, Satgas dan Pimpinan KPK.

Baca juga:
Ada permainan politik di balik beredarnya sprindik Anas?
Kuasa hukum Anas: Sprindik palsu untuk pengalihan isu
Adnan Pandu Praja sebut 'sprindik' yang dia tandatangani asli

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.