KPKP Jakpus latih pengolahan jamur untuk perkuat ketahanan pangan

Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Pusat memberikan pelatihan kepada warga cara mengolah tanaman jamur di Kantor Sekretariat RW 03, Kelurahan Cempaka Putih Timur, Kecamatan Cempaka Putih sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan. .

Kepala Sudin KPKP Jakarta Pusat Penty Yunesi mengatakan kegiatan melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) RW 03 Cempaka Putih Timur bertujuan dapat meningkatkan nilai ekonomi yang pada akhirnya memperkuat ketahanan pangan.

"Terkait dengan ketahanan pangan, kita bikin olahan dari jamur. Kita inovasi baru dari budidaya jamur yang dilakukan di lahan terbatas," kata Penty di Jakarta, Kamis.

Penty mengatakan warga diberikan pemahaman bahwa jamur jenis tiram putih (pleurotus ostreatus sp) merupakan tanaman hasil budidaya dan dapat diolah sebagai makanan pengganti lauk.

Penty mengungkapkan pembinaan budidaya jamur tiram putih diberikan melalui pelatihan bagaimana cara mengolah jamur menjadi makanan olahan lainnya.

"Jamur selain bisa dimakan langsung kita arahkan juga untuk jamur krispi, bisa juga untuk topping mi ayam yang selama ini sudah mereka jalankan," ungkapnya.

Penty melanjutkan kelompok wanita tani ini sebelumnya sudah melakukan budidaya hidroponik sayuran fugu yang diolah menjadi bahan baku mi hijau, untuk pembuatan mi ayam.

Sementara itu, Kepala Satuan Pelaksana KPKP Kecamatan Cempaka Putih Yuna berharap pengolahan tanaman jamur menjadi jamur krispi ini bisa dikembangkan, dan menjadi satu terobosan sebagai Jakpreneur baru di Jakpus yang dapat meningkatkan perekonomian keluarga.

"Bagaimana menjadikan tanaman hasil panen menjadi suatu olahan, kami akan mendampingi dan mengarahkan pengembangan budidaya sampai ke tingkat pemasaran," ujar Yuna.

Di tempat yang sama, Ketua Kelompok Wanita Tani RW 03 Cempaka Putih Timur Ita mengungkapkan pelatihan ini merupakan suatu hal yang positif.

Menurut Ita, adanya kegiatan ini membuat potensi budidaya jamur tiram putih ini dapat memenuhi kebutuhan pangan di tengah masyarakat yang proses budidaya nya tidak membutuhkan lahan luas.

"Kalo diolah (krispi) rasanya seperti ayam, terus kalo kita butuh lauk tinggal ambil di depan rumah bisa langsung diolah. Bisa juga dikembangkan jadi usaha. Semoga anggota KWT bisa lebih maju melalui bimbingan dari Sudin KPKP," imbuh Ita.
Baca juga: Sudin KPKP Jakpus pantau harga bahan pokok jelang Natal dan tahun baru
Baca juga: Sudin KPKP Jakpus lakukan vaksin rabies terhadap ratusan hewan
Baca juga: Sudin KPKP Jakpus lakukan sterilisasi kucing lokal