KPKP Kepulauan Seribu dorong pengembangan rumput laut di Pulau Pramuka

Suku Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan (Sudin KPKP) Kepulauan Seribu menyelenggarakan pelatihan petani rumput laut di Pulau Pramuka, Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara sebagai upaya mengembangkan komoditi ini menjadi unggulan.

"Ini adalah pemberdayaan khusus petani rumput laut di Kelurahan Pulau Panggang. Tugas kami adalah terus melakukan pendampingan pembinaan, sampai rumput laut ini menjadi 'emas hijau'," kata Kepala Sudin KPKP Kepulauan Seribu Devi Lidya Devi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Dalam upaya memberdayakan petani rumput laut, Sudin KPKP Kepulauan Seribu bekerja sama dengan Pertamina Hulu Energi (PHE) ONWJ menyalurkan bantuan tali rumput laut bertempat di Aula Kantor Sudin KPKP, Pulau Pramuka.

Devi mengatakan bantuan tali itu langsung diberikan kepada kelompok budidaya rumput laut Kelurahan Pulau Panggang.

"Totalnya ada lima paket, masing-masing dibagi perkelompok dari kelompok kecil dibagi perorang, satu kelompok ada 10 orang," ujarnya.

Biasanya, panjang satu paket tali dapat mengikat bibit rumput laut antara 20 hingga 25 meter.

Ia mengatakan dengan bantuan tali itu diharapkan ke depan para petani rumput laut bisa langsung bekerja.

"Saat ini, kami sedang dalam proses untuk bantuan benihnya, jadi kami minta mereka menyiapkan terlebih dulu dari mulai memotong tali hingga mengikat-ikat bibit yang nantinya mereka tebar," kata Devi.

Adapun bibit rumput laut yang ditanam sebanyak 12 ton, terdiri dari dua ton bibit cottoni dan 10 ton bibit spinosum dari pertanggungjawaban sosial perusahaan PHE ONWJ.

Community Development (Comdev) PHE ONWJ Iman Teguh membenarkan pihaknya ikut berpartisipasi dalam memberikan bibit rumput laut di Pulau Pramuka, yaitu bibit cottoni dan bibit spinosum, selain tali yang diberikan melalui program pertanggungjawaban sosial perusahaan.

"Totalnya sebanyak 12 ton. Jadi kami nantinya yang akan melakukan pembelian dan mereka terima di lokasi," kata Iman.

Dalam proses pembelian bibit rumput laut yang akan menjadi 'emas hijau', pihaknya melibatkan Sudin KPKP Kepulauan Seribu dan perwakilan kelompok budidaya, agar mereka tahu bahwa yang dibeli itu tidak salah.

"Mereka (Sudin KPKP dan perwakilan kelompok budidaya) juga akan mengawal dan mengawasi pengiriman bibit supaya kualitasnya tetap bagus sampai di lokasi," kata Iman.

Iman menambahkan, untuk proses pemasaran rumput laut ini, pihaknya akan membicarakan lebih lanjut. Karena, pihaknya butuh analisis dan asesmen ke depan seperti apa perkembangan rumput laut di Kepulauan Seribu.

"Jadi, kita pingin melihat seperti apa sih alur bisnis budidaya rumput laut sudah berjalan di Kepulauan Seribu, karena saat ini kita baru melihat dari luar, belum dalamnya seperti apa," kata Iman.

Diketahui, rumput laut sudah bisa panen dalam 22 hari sampai satu bulan. Adapun hasil panen antara 500 kilogram sampai 1 ton sekali panen setiap kelompok tani. Harga rumput laut kering dan basah berkisar Rp50 ribu per kilogram.
Baca juga: Kepulauan Seribu cegah nelayan menganggur saat angin barat
Baca juga: Pemkab Kepulauan Seribu benahi objek wisata di Pulau Tidung
Baca juga: Pemkab Kepulauan Seribu ingatkan manfaat donor darah