KPPA: "Daycare" perusahaan optimalkan pengasuhan anak di tempat kerja

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) Indra Gunawan mengatakan daycare yang ramah anak berkontribusi mengoptimalkan pengasuhan anak di tempat kerja.

"Saya mengapresiasi Daycare Ramah Anak/ Taman Asuh Ceria (TARA) PT P&G yang kita resmikan hari ini. Daycare ini telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh KPPPA," kata Indra melalui siaran pers di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, hal itu sangat membanggakan karena bagi pekerja terutama pekerja perempuan yang memiliki anak, mereka kini mendapatkan jaminan atas pengasuhan untuk anak-anaknya.

Baca juga: Perlu upaya bersama ciptakan lingkungan ramah bagi perempuan bekerja

Pihaknya mengapresiasi keterlibatan dunia usaha dalam mendorong pemenuhan hak anak dalam pengasuhan dan tumbuh kembang melalui daycare.

Menurut dia, penyediaan daycare di perusahaan adalah salah satu bentuk perhatian agar perempuan tetap berdaya.

Dengan dipenuhinya hak pengasuhan dan tumbuh kembang anak, dunia usaha turut berkontribusi dalam menciptakan SDM berkualitas di masa mendatang dan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Baca juga: Laki-laki punya peran dukung kesetaraan gender

"Daycare sangat bermanfaat untuk ibu yang bekerja. Daycare memberikan rasa aman kepada sang ibu, meningkatkan produktivitas karyawan dan baik bagi tumbuh kembang anak-anak," kata Indra.

Menurut dia, hal itu juga sejalan dengan salah satu dari lima arahan Presiden untuk KPPPA, yakni mengenai peran ibu dan keluarga dalam pengasuhan anak.

"Oleh karenanya, peresmian daycare pada hari ini menjadi hal yang penting dalam memberikan pengasuhan terbaik bagi anak," tutur Indra.

Baca juga: G20 Empower dorong kepemimpinan perempuan di sektor swasta

Baca juga: KPPPA: Daycare ramah anak alternatif pengasuhan berbasis hak anak

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel