KPR Rumah Subsidi Kini Dapat Fasilitas Baru

Raden Jihad Akbar
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kualitas unit rumah yang diajukan melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi terus dikembangkan setiap tahunnya. Bahkan kali ini ada fasilitas khusus yang akan diberikan bagi mereka mendapatkan rumah melalui pembiayaan yang dibantu Pemerintah itu.

PT Bank Tabungan Negara Tbk mengumumkan, seluruh penyaluran KPR Subsidi BTN pada 2021 akan menggunakan kompor induksi. Hal tersebut merupakan bentuk komitmen guna meningkatkan layanannya kepada nasabah.

Selain itu, target tersebut merupakan wujud komitmen Bank BTN mendukung Gerakan Konversi 1 Juta Kompor elpiji ke Kompor Induksi. Gerakan itu diinisiasi oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Baca juga: OJK Ungkap Sudah Seratusan UMKM Dapat Modal Gunakan Crowdfunding

Direktur Consumer and Commercial Lending Bank BTN Hirwandi Gafar mengatakan, program bundling KPR Subsidi dengan kompor induksi tersebut merupakan hasil kemitraan dengan PT Perusahaan Listrik Negara. Program ini juga sejalan misi perseroan untuk menyediakan hunian murah, nyaman, dan aman bagi masyarakat Indonesia.

"Jika dihitung nilai penggunaannya sehari-hari, kompor induksi itu lebih murah dan aman. Penggunaan kompor induksi di seluruh rumah subsidi yang kami biayai juga dapat mengakselerasi kemandirian energi nasional," ujar Hirwandi di Jakarta, dikutip dari keterangannya Sabtu 24 April 2021.

Dia mengatakan, kemarin piihaknya telah menggelar akad perdana KPR Subsidi BTN dalam rangka Gerakan 1 Juta Kompor Induksi bersama PLN. Akad tersebut digelar di Perumahan Puri Delta Tigaraksa, Tangerang, Banten.

Adapun akad perdana diikuti oleh 71 debitur dari total 3.100 unit rumah yang ada di lokasi tersebut.

"Ke depannya, tentu setiap perumahan subsidi yang kami biayai di tahun ini juga akan mendapatkan fasilitas serupa," kata Hirwandi.

Dia menjelaskan, rumah yang menggunakan kompor induksi, yang dibiayai BTN akan memperoleh insentif dari PLN berupa keringanan biaya penyambungan listrik. Sehingga pemilih pun dapat diringankan bebannya ketika sudah ingin menempati.

"Kami berharap dukungan penuh untuk Gerakan 1 Juta Kompor Induksi ini dapat mendongkrak akselerasi kemandirian energi nasional," tutup Hirwandi.

Sementara itu, hingga akhir Maret 2021, emiten bersandi saham BBTN ini telah mencatatkan KPR subsidi naik 9,04 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp122,96 triliun per kuartal I-2021.

Menurutnya, pertumbuhan KPR Subsidi tersebut tercatat menjadi penopang terbesar penyaluran kredit dan pembiayaan BBTN. Yang, naik sebesar 3,19 persen yoy menjadi Rp261,34 triliun per akhir Maret 2021.