KPSI: PSSI tak Lagi Bernilai Apapun

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) telah mencabut kewenangan pengurus PSSI dalam menjalankan roda organisasi. Karena hingga batas waktu yang ditetapkan, PSSI tidak merespon pernyataan mosi tak percaya dan tuntutan digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB).

Sekretaris Eksekutif KPSI, Hinca Panjaitan, menegaskan kepengurusan PSSI di bawah kepemimpinan Djohar Arifin Husin sudah dinyatakan tak memiliki nilai apa pun. Karena hingga 28 Desember 2011, PSSI tidak merespon mosi tak percaya tersebut. Mosi yang terbit melalui Rapat Akbar Sepakbola Nasional (RASN) dengan dihadiri 452 anggota PSSI pada 18 Desember lalu.

"Karena hingga batas waktu 28 Desember yang diminta untuk merespon mosi tak percaya itu PSSI tidak memberikan tanggapannya, maka terhitung sejak dikeluarkan mosi tak percaya, terhitung per 18 Desember 2011 pengurus PSSI sudah tidak mempunyai nilai apa pun," ujar Hinca Panjaitan.

PSSI secara kronologis telah diminta untuk menjawab pernyataan mosi tak percaya dan tuntutan penyelenggaraan KLB dengan batas waktu 28 Desember. Tuntutan itu sah karena diminta oleh lebih dari dua pertiga anggota PSSI. Namun hingga batas waktu yang ditentukan, PSSI tidak memberikan respon sehingga KPSI harus menindaklanjuti tuntutan 452 anggota PSSI untuk melaksanakan persiapan KLB mulai dari pembentukan Komite Pemilihan dan Komite Banding.

Kongres Tahunan akan digelar pada 21 Januari dengan agenda membentuk Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan. Sementara, pelaksanaan KLB akan digelar di Jawa Timur pada 6 Maret 2012.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.