KPU Akan Operasionalkan Sistem Informasi Data Pemilih

Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum akan mengoperasionalkan Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih) yang diyakini dapat meningkatkan kualitas data pemilih melalui sistem yang terintegrasi dengan Sistem Administrasi Kependudukan (Siak).

"Sidalih akan kita operasionalkan pada semua tingkatan penyelenggara pemilu mulai dari KPU sampai Panitia Pemungutan Suara (PPS)," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik di Jakarta, Rabu.

Dalam penyelenggaraan pemilu, Sidalih digadang-gadang dapat memeriksa data pemilih, menerima masukan dan tanggapan terkait Daftar Pemilih Sementara (DPS).

Menurut Husni, Sidalih hanya bisa diakses oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang memiliki perangkat komputer dan jaringan internet.

Sementara itu bagi yang tidak memiliki keduanya, maka penyusunan daftar pemilih dilakukan secara manual dengan cara ditulis tangan atau diketik pada lembar formulir yang telah ditentukan KPU.

"Semua aspek pendukung untuk beroperasinya Sidalih akan kami siapkan mulai dari sumber daya manusia, kelembagaan, dan prosedur. Salah satunya adalah pemberian pelatihan bagi operator yang akan menjalankan Sidalih," jelasnya.

Penggunaan Sidalih tersebut merupakan hasil kerja sama antara KPU dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), yang nota kesepahamannya telah ditandatangani keduanya pekan lalu.

Proses pemutakhiran data pemilih untuk selanjutnya akan diatur secara teknis dalam peraturan KPU yang sedang dalam tahap penyusunan rancangan atau draf.

"Saat ini sedang proses konsultasi dengan pemerintah dan DPR sebelum ditetapkan menjadi peraturan. Untuk meningkatkan pengamanan dalam pengelolaan data pemilih, KPU juga akan melakukan pembatasan terhadap akses data oleh pihak luar," kata Husni. (ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.