KPU akan Pulihkan Keterwakilan Caleg Gerindra di Dapil Jabar IX

TRIBUNNEWS.com, JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum menerima putusan Badan Pengawas Pemilu dalam sengketa pemilu yang memutuskan keterwakilan calon Gerindra untuk daerah pemilihan Jabar IX tak jadi digugurkan dengan sejumlah catatan.

Komisioner KPU, Sigit Pamungkas usai menghadiri sidang sengketa di Gedung Bawaslu, Jakarta, Senin (8/7/2013) malam, mengaku akan mematuhi putusan Bawaslu yang bersifat final dan mengikat.

Putusan Bawaslu menyatakan Nur Rahmawati dinyatakan tetap tidak memenuhi syarat, sehingga kuota 30 persen perempuan dari total delapan kursi dalam dapil itu tidak terpenuhi. Sehingga Gerindra harus mengurangi caleg lain, agar kuota 30 persen perempuan tetap terpenuhi.

"Konkretnya, Gerindra tidak boleh menambah atau mengganti dari daftar calon yang ada. Konsekuensinya Gerindra harus melakukan penyesuaian yang ada sehingga memenuhi syarat 30 persen perempuan dari daftar yang diajukan," ujar Sigit.

Menurut Sigit, nantinya Gerindra, sebagaimana permintaan Bawaslu, harus melakukan dan menyerahkan berkas perbaikan ke KPU, terakhir pada Rabu (10/7/2013) pukul 16.00 WIB. Berkas ini nanti diverifikasi KPU, apakah pengajuannya memenuhi zipper system atau tidak.

"Dasar hukum bagi KPU memverifikasi itu ada dalam putusan Bawaslu. Setelah pengajuannya memenuhi syarat, kita memulihkan hak Gerindra di dapil itu. Intinya dia harus muncul di DCT nanti," terang Sigit.

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.