KPU akan Verifikasi Dukungan Cabup Parpol Ganda

Biak (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Biak Numfor, Papua akan melakukan verifikasi dukungan pasangan calon Bupati (Cabup) yang diusung pengurus parpol ganda pada pendaftaran pemilihan kepala daerah 25 Mei hingga 1 Juni.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Biak, Milliam P.Tiblola di Biak, Senin mengakui, KPU tetap menerima pengajuan pendaftaran Cabup Biak meski ada sejumlah pengurus parpol yang terjadi kepengurusan ganda karena adanya konflik internal partai setempat.

"KPU menerima pendaftaran pasangan Cabup Biak sesuai jadwal, ya setiap pengurus parpol yang terindikasi kepengurusan beda maka KPU akan melakukan verifikasi faktual dari pengurus tingkat provinsi hingga Pusat," ungkap Ketua KPU Milliam Tiblola.

Ia menyebutkan, munculnya kepengurusan ganda di berbagai parpol menjelang tahapan pemilihan kepala daerah Bupati dan Wakil Bupati 10 September 2013 merupakan masalah internal parpol bersangkutan.

KPU sebagai lembaga penyelenggara Pemilu yang independen dan profesional, menurut Milliam, tidak berwenang untuk menentukan pengurus parpol mana yang sah saat mendaftar pasangan Cabup ke KPU.

"Sebelum KPU menetapkan pasangan Cabup Biak dukungan parpol yang sah dan diakui kepengurusan pihak KPU akan melakukan verifikasi faktual ke pengurus parpol bermasalah ke Provinsi dan pengurus Pusat di Jakarta," tegas Milliam Tiblola.

Data diperoleh ANTARA jelang pendaftaran Cabup Biak ke KPU telah bermunculan sejumlah pengurus parpol ganda diantaranya Barisan Nasional, Partai Buruh, PKPB serta beberapa partai "gurem" lain tidak lolos Pemilu.

Sesuai jadwal pendaftaran KPU untuk calon Bupati dan Wakil Bupati calon perseorangan dan calon yang diusung partai politik 25 Mei-1 Juni 2013.

Hingga Senin pagi pasca pembukaan pendaftaran pasangan Cabup Biak baru terdaftar dua nama bakal calon Bupati yakni due Yesaya Sombuk-Thomas Ondik (koalisi Biak Bangkit Mandiri dan Sejahtera) serta pasangan Demianus Dimara-Danil Bontong (Koalisi Melayani Dengan Kasih).

Sedangkan tiga calon perseorangan Lameck Ap/Willem Rumpaidus, Prof Dr Yohana Yembise/Frits G.Senandi serta Hengky Wakum/Lazarus Bosyerem.(rr)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.