KPU DKI Siap Gelar Pemilihan Gubernur 20 September

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta menyatakan siap menggelar pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada Kamis, 20 September 2012, mendatang. Hal itu disampaikan setelah memastikan logistik pemilu sampai di Panitia Pemungutan Suara tingkat kelurahan. "Tak ada kendala dalam penyaluran logistik ke seluruh wilayah Jakarta," kata Ketua KPU DKI Jakarta, Dahlia Umar, Selasa, 18 September 2012.

Sesuai jadwal yang ditetapkan KPU, esok hari logistik pemilu, antara lain surat suara, kotak suara, tinta, dan surat undangan memilih, harus sudah tiba di Tempat Pemungutan Suara. Ada sekitar 15 ribu TPS untuk menyelenggarakan pemungutan suara. Pendistribusian telah dilakukan sejak pekan lalu dari KPU Kota dan Kabupaten. "Memang setelah putaran pertama, disimpan di sana," ujarnya.

Ada sejumlah hal yang akan diperhatikan KPU DKI Jakarta menjelang hari pemilihan. Selain menyebar logistik, KPU akan menyebarkan surat edaran yang berisi sejumlah larangan bagi warga ketika mencoblos. "Salah satunya tidak boleh membawa kamera atau ponsel berkamera." ujarnya.

Larangan itu ditetapkan untuk menghindari politik uang dengan modus pasca bayar. Maksudnya, kata Dahliah, setelah nyoblos, surat suara dipotret dan ditukar dengan uang. »Foto tersebut sebagai bukti," ujarnya.

Larangan tersebut telah disosialisasikan sejak putaran pertama lalu. Namun, kata dia, kala itu masih banyak petugas di lapangan kecolongan karena sosialisasi yang mepet.

Sosialisasi kedua yang digencarkan KPU adalah memperhatikan surat suara hasil pencoblosan. "Jika ada indikasi dirobek, surat suara tidak sah," ujarnya. Hal ini juga dilakukan untuk mencegah politik uang pasca bayar. Dalam modus ini, surat suara setelah dicoblos, kemudian gambar sang calon disobek dan dijadikan bukti untuk ditukar dengan uang.

Dengan aturan ini, KPU berharap pemilihan putaran dua berlangsung lancar dan bersih dari kecurangan-kecurangan pemilu, terutama politik uang. "Bila ada yang terbukti bermain politik uang, sanski terberat bisa didiskualifikasi," ujarnya.

M. ANDI PERDANA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.