KPU Ingatkan Pilkada 2020 Tanggung Jawab Semua Pihak

Syahrul Ansyari
·Bacaan 2 menit

VIVA - Anggota KPU I Dewa Raka Sandi menyatakan KPU dalam menyelengarakan Pilkada 2020 tidak bisa bekerja sendiri. Apalagi untuk urusan komunikasi ke masyarakat, KPU membutuhkan peran banyak pihak untuk bersama-sama menciptakan pemilih yang cerdas, sehat dan damai dalam Pilkada Serentak 2020.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang membantu persiapan Pemilihan Serentak 2020. Ini (pemilihan) adalah tanggung jawab bersama dan partisipasi seluruh pihak tentu sangat penting bagi suksesnya pemilihan ini," kata I Dewa Raka Sandi melalui keterangan tertulisnya, Rabu 18 November 2020.

Baca juga: Polri Akui Ada Kerawanan di Pilkada 2020, tapi Optimistis Sukses

Raka mengatakan instansinya berupaya seoptimal mungkin memanfaatkan waktu yang tersisa jelang hari H pemilihan untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan maksimal, tentunya dengan bantuan seluruh pihak.

Dia menuturkan salah satu elemen penting dalam upaya menyukseskan pemilihan adalah kehadiran Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). Kelompok ini merupakan mitra strategis pemerintah yaitu Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam membantu KPU untuk memenuhi target partisipasi pemilih sebesar 77,5 persen.

Raka mencontohkan peran aktif KIM adalah dalam pemilihan di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. KIM Sekarbela Mataram sangat pro aktif dalam menginformasikan jalannya seluruh tahapan pemilihan kepada masyarakat.

"KPU Kota Mataram melibatkan KIM sebagai mitra dalam mensosialisasikan program maupun proses tahapan, termasuk visi misi calon Wali Kota dan wakil Wali Kota kepada masyarakat melaui media sosial khususnya di Facebook dan Instagram," kata dia.

Sementara itu, praktisi media sosial Wicaksono memaparkan, untuk melihat sebuah iklan ataupun sosialisasi sudah berjalan optimal atau belum, harus ditentukan ukurannya terlebih dahulu, yaitu target dan tujuan kepada siapa iklan tersebut diperuntukkan. Kalau sudah tercapai berarti sudah optimal, kalau belum tercapai berarti harus ada yang dievaluasi.

“Kita tidak akan pernah tahu kalau suatu iklan itu optimal atau tidak, kalau tujuan dan targetnya tidak diketahui, begitu juga KIM, harus punya target dan tujuan agar bisa diukur dan dievaluasi,” ujar pemilik akun @Ndoro Kakung tersebut. (ren)