KPU Jabar kenalkan para cagub di lapas wanita

MERDEKA.COM, Jelang Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2013 yang tak lama lagi digelar, KPU Jabar gencar melakukan sosialisasi. Sasarannya kali ini adalah penghuni lapas wanita, Sukamiskin Bandung. 5 Pasang calon diperkenalkan kepada 215 narapidana tersebut.

Komisioner KPU Jabar merangkap Ketua Pokja Sosialisasi, Ferdhiman mengatakan perkenalan 5 pasang calon itu dalam rangka mensosialisasikan. Sebab penghuni lapas sejauh ini masih minim pengetahuan soal Pilgub Jabar.

"Kita perkenalkan 5 pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, yang dilakukan kemarin," katanya, di Kantor KPU Jabar, Sabtu (5/1).

Lima pasangan yang diperkenalkan yakni Dikidik Muliana Arief Mansur-Cecep Nana Suryana Toyib nomor urut (1), Irianto MS. Syafiuddin (Yance)-Tatang Farhanul Hakim (2), Dede Yusuf-Lex Laksamana (3), Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar (4), Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki (5).

Sementara itu Sekretariat Wilayah Koalisasi Perempuan Indonesia (Sekwil KPI) Jawa Barat, Qodarliyah Umun yang hadir dalam sosialisasi 5 pasang calon mengajak kepada kaum perempuan untuk cerdas dalam memilih.

Semisal memilih pasangan cagub-cawagub Jabar yang mampu mengentaskan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan dapat mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada kaum perempuan.

"Perempuanlah selalu menjadi korban kekerasan di tengah masyarakat, Kekerasan itu ada yang dalam bentuk kekerasan fisik, kekerasan psikis, dan kekerasan seksual," ungkapnya.

Dia menyatakan, meski penghuni lapas dihalangi tembok tebal, tapi memilih pemimpin adalah hak sebagai warga negara. "Hak pilih tidak boleh hilang," tambahnya.

Karenanya, Dia mengajak para penghuni Lapas Perempuan untuk berkomitmen menggunakan hak pilihnya pada Pilgub Jabar 2014, 24 Februari 2013 mendatang.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.