KPU Jaktim sosialisasi pembentukan Badan Ad Hoc

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta Timur melakukan sosialisasi pembentukan
Badan Ad Hoc dengan mengundang perwakilan tokoh masyarakat dari 10 kecamatan wilayah tersebut.

Anggota KPU Jakarta Timur, Fahrur Rohman, mengatakan kegiatan itu diikuti perwakilan masyarakat dari Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), hingga dasawisma.

"Kami undang mereka untuk sosialisasi pemilu karena tahapannya sebentar lagi untuk rekrutmen Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS)," kata Fahrur Rohman di Jakarta, Kamis.

Fahrur menambahkan materi yang diberikan dalam sosialisasi tersebut berupa persyaratan untuk menjadi anggota PPK dan PPS hingga penggunaan Sistem Informasi Anggota KPU dan Badan Ad Hoc (SIAKBA).

"Jadi SIAKBA itu merupakan terobosan dari KPU RI dengan niat agar nantinya para peserta atau calon yang mengikuti seleksi Badan Ad Hoc itu tidak perlu datang ke kantor," ujar Fahrur.

Nantinya peserta yang dinyatakan lulus persyaratan administrasi sebagai calon PPK atau PPS akan dilanjutkan dengan tes tertulis.

"Untuk tanggal pendaftaran PPK dan PPS masih diselaraskan dengan KPU RI," tutur Fahrur.

Kasuban Kesbangpol Pemerintah Kota Jakarta Timur, Ahmad Yani, mengatakan sosialisasi pembentukan Badan Ad Hoc yang dilakukan KPU Jaktim itu menjadi upaya dalam mewujudkan penyelenggaraan pemilihan umum yang sukses.

Dia berharap kegiatan sosialisasi itu dapat bermanfaat bagi peserta dan juga sebagai acuan dalam mewujudkan pemilu yang demokratis dan transparan.

"Karena organisasi seperti LMK ini ujung tombak yang banyak membantu pemerintah terutama di wilayah Jakarta Timur sampai di tataran akar rumput," ujar Ahmad Yani.
Baca juga: Sudin Pendidikan Jakbar gandeng KPU sosialisasi pemilu di sekolah
Baca juga: Polrestro Jaksel siap amankan ribuan TPS jelang pemilu 2024
Baca juga: Pemuda Jakarta Selatan dibekali pengetahuan soal Pemilu