KPU Kapuas Hulu: Debat Pilkada di Jakarta Batal

Syahdan Nurdin
·Bacaan 3 menit

VIVA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat menyatakan debat terbuka pasangan calon (paslon) Pilkada Kapuas Hulu yang semula dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada akhirnya dibatalkan, dan pelaksanaan debat tersebut akan diadakan di Pontianak.

"Dari hasil kesepakatan masing-masing paslon melalui tim kampanye dalam rapat pemantapan debat terbuka paslon batal dilaksanakan di Jakarta, dengan berbagai pertimbangan, sehingga pelaksanaan debat terbuka itu akan dilaksanakan di Pontianak," kata Ketua KPU Kabupaten Kapuas Hulu Ahmad Yani, saat rapat koordinasi pemantapan debat terbuka Paslon Pilkada Kapuas Hulu, di Putussibau Ibu Kota Kabupaten Kapuas Hulu, Rabu (11/11).

Disampaikan Yani, sebenarnya pada 3 Nopember 2020 masing-masing paslon melalui tim kampanye sudah sepakat debat terbuka Pilkada Kapuas Hulu dilaksanakan di Studio Menara Kompas TV di Jakarta pada 20 Nopember 2020.

Namun seiring berjalannya waktu, paslon nomor urut 1 yakni Hamdi Jafar-John Itang dan paslon nomor urut 3 Fransiskus Diaan-Wahyudi Hidayat melalui masing-masing tim kampanye, menyampaikan keberatan pelaksanaan debat terbuka tersebut dilaksanakan di Jakarta.

"Jadi kami tidak ingin persoalan tempat debat terbuka itu berlarut-larut, kami kembali mengundang masing-masing paslon untuk Rakor pemantapan debat terbuka untuk menentukan sikap melalui kesepakatan tempat debat terbuka, yang akhirnya disepakati pelaksanaannya di Pontianak pada 20 Nopember 2020," kata Yani.

BACA JUGA: Cegah COVID-19, Petugas KPU Kapuas Hulu akan Gunakan Baju APD

Dia mengatakan, KPU Kapuas Hulu hanya memfasilitasi tahapan kampanye debat terbuka paslon Pilkada Kapuas Hulu.

"Kami hanya memfasilitasi kampanye debat terbuka yang merupakan sarana sosialisasi visi misi masing-masing paslon dan kami ingin memberikan yang terbaik untuk masyarakat Kapuas Hulu dalam penyelenggaraan Pilkada Kapuas Hulu," kata Yani.

Sementara itu, Ketua tim kampanye paslon nomor urut 3, Yanto menegaskan keberatan pelaksanaan debat terbuka paslon di Jakarta dengan alasan keselamatan dan kesehatan selama masa pandemi COVID-19 dan efisiensi waktu masa kampanye.

"Kami menyambut baik adanya debat terbuka untuk mensosialisasikan visi misi paslon, tetapi kami keberatan jika pelaksanaannya di Jakarta," katanya.

Sehingga ditegaskan Yanto, pihaknya bersedia mengikuti debat publik dengan pilihan di Putussibau dan Pontianak.

"Jadi kami juga sepakat pelaksanaan debat terbuka paslon dilaksanakan di Pontianak," kata Yanto.

Hal senada dikatakan Tim kampanye paslon nomor urut 1, Yusuf Habibi bahwa pihaknya keberatan pelaksanaan debat publik di Jakarta.

***

"Alasan keberatan debat publik di Jakarta sangat jelas karena ini masa pandemi COVID-19 dan di kabupaten lain yang melaksanakan pilkada serentak di wilayah Kalbar melaksanakan debat paslon di daerah setempat atau pun di Pontianak, kenapa Kapuas Hulu justru memilih debat Paslon di Jakarta," kata Yusuf.

Untuk itu, kata Yusuf, paslon nomor urut 1 sepakat untuk mengikuti debat terbuka dilaksanakan di Pontianak.

"Intinya kami keberatan debat paslon di Jakarta dan kami setuju pelaksanaannya di Pontianak," tegas Yusuf.

Sementara itu, Tim Kampanye Paslon nomor urut 2 yakni pasangan Baiduri-Rufina Sedang, M Dahar menyatakan pihaknya siap mengikuti debat publik paslon dimana pun tempatnya, baik itu di Jakarta, Pontianak ataupun di Putussibau.

"Dimana pun tempat debat publik kami siap, namun karena dua paslon keberatan debat itu di Jakarta maka kami juga sepakat di Pontianak," ucap Dahar. (ant)