KPU Patuhi Protokol Kesehatan, Masyarakat Diminta Tak Takut ke TPS

Syahrul Ansyari
·Bacaan 2 menit

VIVA - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arif Budiman mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) untuk membantu KPU agar pilkada-2020">Pilkada 2020 bisa terlaksana dengan sukses dan aman di tengah pandemi COVID-19. Dia mengatakan bahwa KPU tidak bisa bekerja sendiri.

"Oleh sebab itu, kita bersama teman-teman KNPI bisa membantu terlaksananya Pilkada 2020 agar berjalan sukses," kata Arif dalam diskusi virtual dengan Tema 'Pemuda Sukseskan Pemilukada 2020', Kamis, 26 November 2020.

Baca juga: KPU Sleman: Pemilih Tiba di TPS Langsung Dicek Suhu Tubuhnya

Arif juga mengingatkan masyarakat agar tetap memperhatikan keselamatan dan kesehatan di tengah pandemi. Karena itu, KPU mengeluarkan aturan seperti terkait kampanye.

“Kampanye dalam bentuk rapat umum dilarang. Dan yang paling penting adalah pada saat pemungutan suara pemilih akan diatur jam kedatangannya. KNPI dalam hal ini bisa membantu sosialisasi ke masyarakat,” katanya.

Dia memastikan bahwa KPU menyediakan tempat cuci tangan, sarung tangan melakukan penyemprotan di tiap-tiap TPS. KPU juga menyakinkan ke semua pihak penyelenggara untuk diperiksa melakukan rapid test.

“Semua protokol akan dipatuhi dan masyarakat tidak takut untuk hadir ke TPS,” kata Arif lagi.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Abhan mengakui peran pemuda penting di tengah pandemi COVID-19. Dia juga mendorong KNPI untuk mengawal pelaksanaan Pilkada 2020.

"Kami mendorong DPP KNPI untuk menjadi pemantau di daerah yang memiliki calon tunggal karena pemantau bisa menggugat hasil Pilkada," katanya.

Abhan menuturkan Pilkada 2020 ini dihadapkan ada dua prinsip. Pertama, adalah mengurangi interaksi publik. Sedangkan yang kedua, mobilisasi pemilih.

“Ini dua prinsip yang bertolak belakang dan tugas berat penyelenggara. Menjadi tugas kita bersama untuk kesuksesan Pilkada 2020,” katanya.

Sedangkan, Ketua Umum KNPI Haris Pertama menyatakan kesuksesan Pilkada 2020 adalah kesuksesan demokrasi di Indonesia. Menurutnya, Pilkada kali ini berbeda dengan Pilkada sebelumnya.

"Jadi tantangannya berbeda di saat pandemi COVID-19," kata Haris.

Haris lantas mengajak para pemuda di Tanah Air untuk dapat menjaga kondusivitas dan juga menjaga Pilkada agar bisa berlangsung aman dan damai, juga menjaga Pilkada 2020 bebas dari COVID-19 dan klaster baru.