KPU: Penyelenggara Jadi Tim Sukses akan Dipecat

Pamekasan (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim menegaskan akan memecat oknum penyelenggaran pemilu yang diketahui menjadi tim sukses pasangan calon gubernur dan wakil gubernur pada Pilkada Jatim yang akan digelar Agustus 2013.

"Jangankan menjadi tim sukses beneran, terkesan menjadi tim sukses saja tidak boleh. Penyelenggara pemilu harus bersikap netral," kata Ketua KPU Jatim Andre Dewanto di Pamekasan, Senin.

Andre mengemukakan hal ini menanggapi adanya sebagian anggota penyelenggara pemilu yang menjadi tim sukses salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati Pamekasan pada pelaksanaan Pilkada Pamekasan 9 Januari 2013.

Menurut dia, penyelenggara pemilu harus bersikap netral dan tidak boleh memihak pada pasangan calon tertentu, apalagi menjadi tim sukses salah satu pasangan.

"Oleh karenanya dalam acara pelantikan tadi kami mewanti-wanti agar para petugas penyelenggara pemilu ini mengedepankan sikap profesional dan menjaga netralitasnya," tukasnya.

Andre juga menjelaskan, KPU Jatim dan semua jajaran KPU di berbagai kabupaten dan kota agar bisa bekerja secara profesional. Demikian juga dengan penyelenggara pemilu di tingkat kecamatan dan desa.

Ia menjelaskan, kasus adanya penyelenggaran pemilu menjadi tim sukses pasangan calon bupati dan wakil bupati hingga tertangkap massa saat Pilkada Pamekasan dulu, tidak terulang lagi.

Pada pelaksanaan pesta demokrasi di Pamekasan, praktik politik uang dan penyebaran undangan ganda mewarnai proses politik memperebutkan jabatan bupati dan wakil bupati.

Praktik politik uang terjadi di Desa Bangsareh, Kecamatan Batumarmar yang dilakukan oleh Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Mat Lawi di tempat pemungutan suara (TPS) 11.

"Si Mat Lawi ini memberikan uang kepada pemilih sebesar Rp15.000 per orang saat menyebarkan undangan kepada pemilih di sana," ungkap Ketua Panwascam Batumarmar ketika itu, Fauzi.

Mat Lawi yang juga aparat desa itu mangajak warga agar menggunakan hak pilihnya dan meminta masyarakat penerima uang itu mencoblos pasangan nomor 3, yakni Achmad Syafii-Kholil Asy`ari (Asri).

Ada sebanyak 250 warga yang terdata menggunakan hak pilihnya di TPS 11 itu.

Praktik bagi-bagi uang yang dilakukan Ketua KPPS di TPS 11 Desa Bangsareh, Kecamatan Batumarmar ini terungkap karena dari penerima uang itu, merupakan pendukung pasangan calon bupati KH Kholilurrahman dan wakilnya Masduki (Kompak).

"Kami tidak ingin praktik tak profesional seperti itu terung lagi," kata Ketua KPU Jatim Andre Dewanto, menegaskan.(rr)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.