KPU: Pilkada Maluku Tanpa Calon Perseorangan

Ambon (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku mengisyaratkan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Maluku kemungkinan besar tanpa diikuti calon gubernur-wakil gubernur dari jalur perseorangan karena daftar dukungan bermasalah.

"Jujur masih ada waktu enam hari lagi baru penetapan pasangan calon gubernur-wagub Maluku yang memenuhi persyaratan mengikuti pilkada 11 Juni 2013, namun dari jalur perseorangan rasanya tidak lolos verifikasi," kata Ketua KPU Maluku Idrus Tatuhey ketika dikonfirmasi dari Ambon, Rabu.

Idrus sedang berada di Langgur, ibu kota Kabupaten Maluku Tenggara, dan Kota Tual untuk memantau persiapan pilkada di sana yang juga akan digelar pada 11 Juni 2013.

Idrus mengatakan pasangan Jack Noya-Adam Latuconsina sulit memenuhi ketentuan jumlah dukungan suara sah agar bisa ditetapkan menjadi calon gubernur-wakil gubernur Maluku karena dari 221.791 dukungan yang diserahkan ke KPU, hanya 3.770 dukungan yang memenuhi persyaratan. Padahal minimal dukungan bagi cagub-cawagub Maluku dari jalur perseorangan adalah 218.021 dukungan.

"Saya tidak mendahului ketentuan perundang-undangan, namun menilai jumlah data dukungan yang harus dimasukkan, maka kemungkinan besar Jack-Adam tidak lolos," kata Idrus.

Sebenarnya ada satu pasangan lain dari jalur perseorangan yang juga mengikuti tahapan Pilkada Maluku yakni Meliaus Wairisal-Abdu Karim Tuanaya.

Berdasarkan hasil verifikasi Melianus-Abdu hanya memiliki 1.246 dukungan yang memenuhi syarat dari 153.975 dukungan yang diajukan ke KPU.

Namun, saat pembukaan pendaftaran pada 25 Februari 2013 Abdu berhalangan karena mengalami gangguan kesehatan sehingga tidak mengikuti tahapan pilkada tersebut.

Pasangan lainnya yang sedang berproses untuk menjadi Gubernur-Wagub Maluku adalah Said Assagaff-Zeth Sahuburua (SETIA) yang diusung Partai Golkar, PKS, PPP, PAN, Pelopor, dan PNI Marhenisme.

Berikutnya pasangan Abdullah Tuasikal-Hendrik Lewerissa yang diusung Partai Hanura, Gerindra, PBB, PBR, PKPI, dan PKB; pasangan Herman Koedoeboen-Daud Sangadji yang diusung PDIP, pasangan Jakobus Puttileihalat-Arifin Tapi Oyihoe yang diusung Demokrat, serta pasangan Abdullah Vanath-Marthen Maspaitella yang didukung 15 partai politik yang tidak miliki keterwakilan di DPRD Maluku.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.