KPU Pleno Ulang Pilkada Sumba Barat Daya  

TEMPO.CO, Kupang - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumba Barat Daya menggelar pleno ulang rekapitulasi perolehan suara dan penetapan calon terpilih pemilu kepala daerah. Pleno berlangsung setelah ditemukan dugaan kecurangan pada pemilihan 5 Agustus 2013 lalu.

Rapat pleno review ini dipimpin Ketua KPU Sumba Barat Daya Yohanes Bili Kii bersama dua anggota KPU lainnya. Rapat pleno ini dihadiri saksi dari dua pasangan calon bupati, yakni Kornelis Kodi Mete-Daud Lende Umbu Moto dan Yakob Malo Bulu-Johanis Mila Mesa Gelu. Namun saksi dari pasangan Markus Dairo Talu-Ndara Tanggu Kaha tidak datang.

Bili mengatakan, pleno ini digelar ulang karena temuan dugaan manipulasi suara di dua kecamatan, yakni Wewewa Tengah dan Wewewa Barat, yang kini ditangani aparat Kepolisian Resor Sumba Barat. "Pleno ulang hanya untuk dua kecamatan itu," katanya.

Pleno ini, menurut dia, tidak bermaksud untuk membatalkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang telah menolak gugatan pasangan calon nomor 2, yakni Kornelis Kodi Mete-Daud Lende Umbu Moto. Keputusan Mahkamah Konstitusi ini membuat calon pasangan bupati Markus Dairo Talu-Ndara Tanggu Kaha memenangi pemilihan.

Pleno ini, katanya, untuk menindaklanjuti temuan Plores Sumba Barat dalam rangka penyidikan kasus pidana. "Kami harus mengoreksinya karena pleno sebelumnya cacat materiil," katanya.

YOHANES SEO

Topik Terhangat

Mobil Murah | Kontroversi Ruhut Sitompul | Guyuran Harta Labora | Info Haji | Tabrakan Maut

Berita Lainnya

Bawa Investor Korea, Anak Luthfi Hasan Dapat Saham

Luthfi Minta Mobil, Fathanah Diduga Tilap Uangnya

Luthfi Hasan Punya Saham di Perusahaan Minyak

Pengacara Luthfi Sebut Jaksa dan Hakim Ulur Sidang

 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.