KPU: Rekapitulasi Sementara DPS Tingkat Nasional 173 Juta

TRIBUNnews.com, JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum masih merekapitulasi data pemilih sementara (DPS) tingkat nasional berdasar data KPU daerah. Sampai kemarin, pemilih sementara nasional mencapai 173 juta jiwa.

Komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengatakan, jumlah data pemilih sementara tersebut di atas berasal dari  provinsi yang telah diterima KPU pusat hingga Minggu (14/7/2013). Namun masih ada data yang belum masuk.

"Angka tersebut di luar tiga provinsi yang belum masuk, dan lima provinsi yang datanya belum lengkap karena ada satu sampai dua kabupatennya belum menyerahkan data," ujar Ferry kepada wartawan di Jakarta, Minggu (14/7/2013).

Tiga provinsi yang belum menyerahkan DPS yakni Papua, Sumatera Selatan, dan Maluku Utara. DPS dari Provinsi Papua tiba di Jakarta Minggu malam. Sedang DPS dari Sumsel belum diterima karena lima anggota KPU provinsinya sibuk menentukan tim seleksi untuk pemilihan KPU kabupaten/kota.

Sementara DPS dari Maluku Utara masih belum diserahkan karena KPU Provinsi Maluku Utara sedang melakukan rekapitulasi pemilihan umum kepala daerah Maluku Utara.

Keterlambatan masuknya data dari tiga provinsi dan lima provinsi yang datanya belum lengkap terkendala karena pengirimannya jauh. Saat ini mereka sedang mengirimgkan ke KPU tapi masih dalam perjalanan.

Sementara beberapa kabupaten di lima provinsi yang belum lengkap menyerahkan data terdiri dari Banten, Riau, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan masih disusulkan.

Ferry memperkirakan DPS tidak akan jauh berbeda dengan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) dari Kementerian Dalam Negeri yang berjumlah 190 juta jiwa. Untuk data dari daerah yang belum sampai jumlahnya signifikan.

KPU akan terus merekapitulasi data dari provinsi dan kabupaten yang belum menyerahkan DPS sampai Senin (15/7/2013) pagi. Para komisioner saat ini sedang menggelar rapat pleno.

DPS yang sudah fiks, kata Ferry, DPS akan disampaikan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam hal ini Komisi II. Laporan DPS ini masuk dalam tahapan pemilu. Jika oke, KPU akan mengumumkan secara online lewat situs resminya www.kpu.go.id.

Baca Juga:

Hayono Isman: Kualitas Pemilu dan Demokrasi Tergantung Rakyat

KPU Akomodasi Pemilih 'Pinggiran' dalam DPS

JPPR Minta KPU Gaet Tokoh Masyarakat untuk Ajak Pemilih ke TPS

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.