KPU Samarinda beri pendidikan politik lewat Pemilihan Ketua OSIS

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda, Kalimantan Timur, memberikan pendidikan politik kepada siswa SMA dan yang sederajat terkait pemilihan umum, melalui Pemilihan Ketua OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah).

"Para siswa SMA dan yang sederajat yang tahun 2024 mendatang sudah memiliki hak pilih, maka mulai sekarang perlu mendapat pendidikan tentang pemilihan umum (Pemilu)," ujar Najib, Komisioner KPU Samarinda Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, di Samarinda, Senin.

Dalam Pemilihan Ketua OSIS ini KPU Samarinda memfasilitasi kebutuhan sekolah seperti menjadi narasumber, memberikan bimbingan teknis, peminjaman kotak suara, simulasi pemungutan suara pemilihan Ketua OSIS maupun pemilihan Ketua OSIS sebenarnya.

Hal ini dilakukan sebagai salah satu komitmen KPU selaku lembaga yang diberi amanah menyukseskan Pemilu, sesuai UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Dalam hal ini, lanjutnya, KPU sebagai lembaga yang bertugas menyelenggarakan Pemilu dan pemilihan, kemudian mendorong peningkatan partisipasi masyarakat di Pemilu mendatang, sehingga salah satu yang disasar adalah siswa yang ke depan akan menjadi pemilih pemula.

Pendidikan politik terkait Pemilu dilakukan sesuai dengan Kurikulum Merdeka Belajar, Suara Demokrasi, sehingga materi yang disampaikan antara lain tentang "Cerdas Memilih", yakni cerdas menyalurkan suara untuk memilih calon Ketua OSIS layaknya memilih calon pemimpin dalam Pemilu mendatang.

"Misalnya calon Ketua OSIS ada dua kandidat, maka pemilih harus cerdas menyimak visi dan misi masing-masing calon, menimbang sisi positif dan negatif dari tiap visi misi, kemudian melihat rekam jejak, baru kemudian menentukan pilihan. Dalam Pemilu mendatang pun demikian," kata Najib.

Sedangkan sejumlah sekolah di Samarinda yang telah difasilitasi, sekaligus pihaknya sebagai narasumber antara lain SMKN 1, SMAN 16, SMAN 7, SMAN 3, SMAN 10, SMAN 11, SMAN 9, SMAN 14, MAN 1, dan SMA Katolik.

"Ada juga sekolah yang hanya pinjam kotak suara ketika pemilihan Ketua OSIS, seperti SMA Alkhairiyah. Bahkan jika ada sekolah yang tidak bisa bikin desain untuk pemilihan Ketua OSIS, kami bikinkan, gratis. Dalam pendidikan politik ke sekolah, kami ingin siswa paham tentang makna demokrasi yang sesungguhnya," ucap Najib.