KPU Sumbar Temukan Caleg di Bawah Umur

Padang (ANTARA) - Tim verifikasi Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sumatera Barat menemukan bakal calon anggota legislatif dari Partai Golongan Karya yang masih di bawah umur.

"Bakal caleg yang didaftarkan DPD Partai Golkar Sumbar itu atas nama Zigo. Saat pendaftaran pada 22 April 2013, umurnya belum memasuki usia 21 tahun," kata Koordinator Divisi Teknis KPU Sumbar, Mufti Syarfie, di Padang, Kamis.

Menurut dia, temuan tersebut merupakan hasil kerja tim verifikasi yang melakukan pemeriksaan berkas persyaratan bakal caleg dalam daftar calon sementara (DCS) partai politik yang telah mendaftarkan diri untuk Pemilu 2014.

KPU Sumbar telah menyampaikan kepada Partai Golkar untuk segera memperbaiki DCS itu.

Menurut dia, bakal caleg yang masih di bawah umur itu harus ditarik dan bisa diganti oleh bakal caleg lain oleh Partai Golkar.

"Fenomena bakal caleg di bawah umur ini baru ditemukan pada pencalonan kali ini, mengingat pada pemilu sebelumnya tidak ditemukan," ujar dia.

Selain itu, menurut Mufti, Tim verifikasi KPU Sumbar juga menemukan ada caleg yang terdaftar pada dua partai politik dengan daerah pemilihan yang berbeda.

"Bakal caleg atas nama Sasra B didaftarkan dari Partai Gerindra tetapi juga namanya masuk dalam daftar caleg sementara dari PKPI. Hal ini pun harus segara disikapi oleh partai politik bersangkutan," kata dia lagi.

Dia mengemukakan, terdapat pula parpol yang tidak memenuhi aturan KPU untuk penempatan nomor urut caleg perempuan.

Menurut dia, dari beberapa kasus yang ditemukan memang parpol umumnya sudah memenuhi ketentuan keterwakilan perempuan minimal 30 persen. Namun dalam penempatannya masih banyak kekurangan.

Dia mencontohkan, ada parpol yang menempatkan caleg perempuan di urutan antara 7, 8, dan 9, sedangkan dalam rentang urutan 1-6, sama sekali tidak ditemukan caleg perempuan.

Padahal menurut aturan KPU Nomor 7 Tahun 2013, dalam tiga caleg berurutan harus ada satu orang perempuan.

Idealnya, menurut dia, dalam urutan 1 sampai 3, parpol menempatkan perempuan di nomor urut 1, kemudian untuk urutan 4, 5, 6, parpol menempatkan perempuan di nomor 5.

Ia merincikan, bakal caleg yang mendaftar ke KPU Sumbar sebanyak 752 orang dari 12 parpol peserta Pemilu 2014.

Seluruh berkas DCS itu tidak ada satu pun yang dinyatakan telah memenuhi persyaratan.

Sebagian besar berkas yang dianggap tidak memenuhi syarat yakni tidak melampirkan ijazah SMA. Mereka hanya melampirkan ijazah S-1 atau S-2.

"Padahal syarat wajib dalam pemberkasan adalah melampirkan ijazah SMA yang telah dilegalisir, bukan ijazah S-1 atau S-2. Jadi, kalau tidak ada lampiran ijazah SMA yang dilegalisir, kami tetap menyatakan tidak memenuhi syarat," ujar dia lagi.

Hasil verifikasi berkas caleg itu telah disampaikan kepada masing-masing pimpinan 12 parpol.

"Selanjutnya, mereka diberi kesempatan untuk memperbaiki berkas sesuai ketentuan yang ada sampai batas waktu yang sudah ditentukan," kata Mufti.

Dia menambahkan, KPU Sumbar telah mengembalikan semua berkas bakal caleg yang diajukan oleh parpol peserta pemilu untuk segera dilakukan perbaikan.

"Parpol peserta pemilu tahun 2014 diberi kesempatan untuk memperbaiki berkas sampai 22 Mei 2014 pukul 16.00 WB," kata dia pula.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Apakah kandidat nama cawapres Jokowi yang beredar sekarang sudah sesuai dengan harapan Anda?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat