KPU Tegaskan Hak Konstitusional Caleg Demokrat Takkan Diabaikan

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ida Budhiarti mengatakan, KPU tidak akan abaikan hak konstitusional partai politik untuk menempatkan kader terbaiknya menjadi calon anggota legislatif.

Pernyataannya ini ia katakan terkait kondisi yang terjadi di Partai Demokrat yang belum juga memiliki Ketua Umum Partai pasca mundurnya Anas Urbaningrum.

"Partai Demokrat bukan kasus pertama di pemilu. Sebelumnya juga sudah pernah terjadi. Prinsipnya pratai politik tidak boleh diabaikan hak konstitusionalnya untuk menempatkan kader terbaiknya di legislatif," ujar Ida di Jakarta, Minggu (10/3/2013) kemarin.

Menurut Ida, jika memang pada saat yang ditentukan pengurus partai berhalangan tetap akan diberikan ruang bagi partai politik untuk mendaftarkan daftar calon anggota legislatif dari partai yang bersangkutan.

"Ketika pengurusnya berhalangan, harus diberikan ruang untuk tetap mengajukan daftar calon dengan cara mengganti pengurusnya sesuai AD/ART partai," imbuhnya.

Mengenai mekanisme pergantian pengurus partai politik, Ida mengatakan itu merupakan urusan internal partai politik yang bersangkutan.

Bagi KPU yang terpenting adalah partai politik mendaftarkan calonnya dengan memenuhi semua persyaratan yang dibutuhkan, selebihnya merupakan persoalan internal partai.

"Bagi KPU pada saat pendaftaran ditantdatangi ketua dan sekjen, kalau yang bersangkutan berhalangan bisa digantikan pengurus lainnya sesuai dengan mekanisma AD/ART Partai," tukasnya.

Dengan kata lain, jadi atau tidak Partai Demokrat menggelar KLB, Demokrat tetap bisa mendaftarkan calon anggota legislatifnya ke KPU.

Demokrat bisa menggunakan di luar KLB untuk menunjuk pengganti pengurus partai yang berhalangan selama masih sesuai dengan AD/ART partai.

"Ini tidak hanya berlaku di Demokrat, KPU kan tidak bisa memberikan perlakuan khusus kepada peserta pemilu. Peraturan kami berlaku untuk semua," tandasnya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.