KPU Ternate Libatkan Mahasiswa Sortir Surat Suara

Syahdan Nurdin
·Bacaan 2 menit

VIVA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Ternate, Maluku Utara melibatkan puluhan mahasiswa di daerah ini untuk membantu melipat dan menyortir kertas surat suara calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ternate selama tiga hari.

Anggota Devisi Teknis Kuad Suwarno saat ditemui aula Kantor KPU di Ternate, Jumat, mengatakan bahwa sementara KPU melibatkan para mahasiswa untuk bersama-sama dengan KPU pelipatan dan penyortiran kertas surat suara.

"Dalam pelipatan kertas surat suara ini terdapat sejumlah kertas surat suara yang ditemukan rusak, sehingga pihaknya akan melaporkan masalah ini ke pihak percetakan untuk segera menggantinya," kata anggota KPU Ternate ini.

Menurut dia, belum tau pasti berapa jumlah kertas surat suara yang merusak, karena sementara masih dalam proses pelipatan dan penyortiram belum selesai.

"Kita akan buat laporan ke pihak percetakan, agar mereka bisa menggantikan kertas surat suara yang rusak, sementara kertas surat suara yang rusak kami akan melibatkan Bawaslu dan pihak keamanan untuk memusnakannya," katanya.

Oleh karena itu, kalau pelipatan dan penyortiran kertas surat suara selesai, kata Kuad, pihak KPU akan merencakan mendistribusikan logistik Pilkada ini ke pulau terluar yang jauh dari Pulau Ternate, itu dilakukan menjelang tiga hari sebelum pencoblosan.

Sementara untuk di Pulau Ternate sendiri, pihaknya akan mendistribusikan logistik Pilkada satu hari sebelum waktu pencoblosan.

KPU Malut menyatakan telah mendistribusikan 723.021 surat suara ke delapan kabupaten/kota akan menggelar pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2020.

Ketua KPU rovinsi Malut, Pudja Sutamat mengatakan, untuk distribusi logistik ada beberapa tahap yang sudah diadakankan oleh Unit Pengadaan Barang dan Jasa termasuk distribusi surat suara dan pengadaan barang ini juga dilakukan oleh KPU Provinsi melalui Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) dan Ekatalog, dimana pada Ekatalog seperti pengadaan surat suara, formulir, tinta dan kotak suara, dan logistik lainnya.

Dirinya menjelaskan terkait dengan untuk ekatalog yang sudah sampai di KPU kabupaten/kota adalah surat suara, formulir C di luar formulir C hasil.

Selain itu, dirinya mengaku ada juga Alat Pelindung Diri (APD) yang sudah dilakukan pendistribusian ke delapan kabupaten/kota. (ant)