Kredit Perbankan Diprediksi Membaik Meski Masih Dibayangi Pandemi

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., Darmawan Junaidi mengatakan kredit perbankan tahun 2021 akan mengalami perbaikan meski masih dibayangi pandemi Covid-19.

Alasannya perbankan sudah mulai beradaptasi dengan keadaan sehingga bisnis model yang dijalankan tahun ini akan lebih baik dari sebelumnya.

"Kredit perbankan tahun ini akan lebih baik dibandingkan tahun lalu karena kita punya pengalaman bagaimana menjalan bisnis saat pandmei masih berlangsung," kata Darmawan dalam Konferensi Pers Virtual Paparan Kinerja Kuartal I Bank Mandiri, Jakarta, Selasa (27/4).

Tercermin dari kinerja keuangan Bank Mandiri triwulan I-2021 yang tumbuh 9,1 persen (yoy). Secara angka meningkat dari Rp 878 triliun di tahun 2020 menjadi Rp 984,9 triliun pada tahun 2021. Penyaluran kredit ini juga meningkat dibandingkan Desember 2020 yang menyalurkan kredit Rp 871,27 triliun.

Penyaluran kredit juga akan berangsur membaik dengan didorong keberhasilan vaksinasi massal, program paket stimulus pemulihan ekonomi nasional tahun 2020 dan tahun 2021. Berbagai program ini bertujuan untuk mengembalikan kondisi ekonomi kembali seperti sebelum terjadinya penyebaran virus corona.

"Program-program ini diharapkan akan berdampak ke aktivitas ekonomi di wilayah dan menciptakan demand atau pembiayaan kredit," kata dia.

Selain itu, di berbagai wilayah Indonesia juga telah ada peningkatan harga komoditas seperti CPO, batubara, nikel dan lainnya. Adanya peningkatan harga komoditas ini diharapkan bisa berdampak positif pada pertumbuhan kredit perbankan.

"Di berbagai wilayah juga sudah ada peningkatan harga komoditas," kata dia.

Dengan begitu, potensi bisnis ini terlihat bisa berdampak pada perekonomian nasional meskipun peningkatan harga hanya terjadi di daerah tertentu.

"Kita melihat potensi bisnis ini bukan menyeluruh nasional tapi ke sektor unggulan. Jadi memang kita lihat lebih optimis untuk pertumbuhan kredit positif," kata dia mengakhiri.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Naik 20 Persen, Aset Bank Mandiri Tembus Rp 1.584 Triliun

Nasabah melakukan transaksi di cabang Bank Mandiri Pertamina UPMS III, Jakarta, Rabu (28/6). Bank Mandiri memberikan layanan perbankan terbatas kepada nasabah secara bergantian pada musim liburan Idul Fitri 26-30 Juni 2017. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Nasabah melakukan transaksi di cabang Bank Mandiri Pertamina UPMS III, Jakarta, Rabu (28/6). Bank Mandiri memberikan layanan perbankan terbatas kepada nasabah secara bergantian pada musim liburan Idul Fitri 26-30 Juni 2017. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Darmawan Junaidi mengatakan, hingga kuartal I 2021, Bank Mandiri mencatatkan aset 1.584,1 triliun. Angka ini meningkat 20 persen secara yoy. Nilai aset ini didapat dari kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK) hingga menembus level Rp 1.100 triliun dan kenaikan penyaluran kredit.

“Kenaikan aset yang signifikan tersebut terutama didorong oleh keberhasilan proses merger Bank Syariah Mandiri dan dua bank syariah himbara lainnya menjadi Bank Syariah Indonesia dan menjadi entitas perusahaan anak Bank Mandiri,” kata Darmawan dalam konferensi pers, Selasa (27/4/2021).

Secara rinci, DPK Bank Mandiri tumbuh 25,5 persen yoy menjadi Rp 1.181,3 triliun secara konsolidasi, dengan komposisi dana murah yang meningkat menjadi 67,60 persen dari sebelumnya yang sebesar 64,13 persen.

DPK secara bank only juga mengalami peningkatan sebesar 15,6 persen yoy mencapai Rp 947,8 triliun dengan CASA ratio sebesar 71,2 persen, terutama didorong oleh pertumbuhan giro yang mencapai 41,73 persen yoy menjadi Rp 335,9 triliun.

"Keberhasilan kami memperbaiki komposisi dana murah ini juga ikut menekan biaya dana atau cost of fund YtD (bank only) menjadi hanya 1,80 persen, turun tajam dari 2,83 persen pada Maret 2020,” katanya.

Dengan capaian baik di sisi kredit dan DPK tersebut, Bank Mandiri pun mampu memperbaiki rasio profitabilitas perseroan.

Realisasi pendapatan Bank Mandiri secara konsolidasi tumbuh 7,2 persen yoy menjadi Rp 25,6 triliun. Penopangnya adalah kenaikan pendapatan bunga bersih (NII) sebesar 12,6 persen menjadi Rp 17,5 triliun.

Bank Mandiri secara konsolidasi juga berhasil membukukan laba sebelum provisi (PPOP) sebesar Rp 14,1 triliun, tumbuh 1,7 persen dari periode yang sama, dengan realisasi laba bersih mencapai Rp 5,9 triliun.

"Hasil kinerja Bank Mandiri di triwulan I 2021 ini menunjukkan bahwa saat ini Perseroan berada pada jalur yang tepat untuk membukukan kinerja lebih baik dari tahun sebelumnya," tutup Darmawan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: