Kredit Tumbuh 3,7 Persen, Pendapatan Bunga BNI Naik Jadi Rp 28,7 T

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Direktur Keuangan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Novita Widya Anggraini membeberkan update terkini terkait kinerja keuangan BNI pada kuartal ketiga 2021.

"Pendapatan operasional sebelum pencadangan (PPOP) BNI berhasil tumbuh 21,0 persen yoy yang tercapai dengan adanya struktur pendanaan (funding) berbiaya murah yang kuat, dimana berkontribusi dalam recovery Net Interest Margin (NIM) sebesar 50 basis point yoy," kata Novita dalam paparan virtual BNI bertajuk Public Expose 3Q 2021 pada Senin (25/10/2021).

"Pendapatan bunga bersih (NII) meningkat 17,6 persen yoy, dari Rp 24,39 triliun pada kuartal Ketiga-2020 menjadi Rp 28,70 triliun pada kuartal ketiga 2021," lanjut Novita.

Dikatakannya bahwa pertumbuhan NII ini merupakan efek pendistribusian kredit BNI yang masih tumbuh 3,7 persen yoy menjadi Rp 570,64 triliun di kuartal ketiga 2021 dari periode yang sama tahun 2020 yang sebesar Rp 550,07 triliun.

BNI juga mencatat pertumbuhan pendapatan non bunga yang kuat sebesar 14,2 persen yoy, yaitu dari Rp 8,94 triliun pada kuartal ketiga 2020, menjadi Rp 10,21 triliun pada periode yang sama tahun ini.

"Pertumbuhan pendapatan non bunga ini bersumber dari peningkatan kinerja sumber fee base income perseroan, seperti pemeliharaan kartu debit dan rekening yang tumbuh 5,8 persen yoy dari Rp 1,81 triliun pada kuartal ketiga 2020 menjadi Rp 1,92 triliun pada kuartal ketiga 2021," terang Novita.

Sementara itu, pendapatan layanan ATM dan e-channel BNI tumbuh 12,4 persen yoy atau dari Rp 1 triliun pada kuartal ketiga 2020 menjadi Rp 1,14 triliun pada kuartal ketiga 2021.

Demikian juga FBI dari layanan trade finance yang meningkat 19,8 persen yoy dari Rp 901 miliar pada kuartal ketiga 2020, menjadi Rp 1,08 triliun pada akhir September 2021.

Adapun pendapatan komisi dari marketable securities yang melesat 54,4 persen yoy dari Rp 1,04 triliun pada kuartal ketiga 2020, menjadi Rp 1,59 triliun pada kuartal ketiga tahun ini.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Laba Bersih BNI Melonjak 73,9 persen Jadi Rp 7,7 T

Tumpukan uang di ruang penyimpanan uang BNI, Jakarta, Senin (2/11/2015). Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat jumlah rekening simpanan dengan nilai di atas Rp2 M pada bulan September mengalami peningkatan . (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Tumpukan uang di ruang penyimpanan uang BNI, Jakarta, Senin (2/11/2015). Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat jumlah rekening simpanan dengan nilai di atas Rp2 M pada bulan September mengalami peningkatan . (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dalam kesempatan itu, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Royke Tumilaar juga mengungkapkan bahwa BNI mencatat laba bersih sebesar 73,9 persen secara year on year (yoy) hingga kuartal ketiga 2021.

"Sampai pada kuartal ketiga 2021, BNI berhasil mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 73,9 persen secara year-on-year (yoy) atau 4,3 triliun pada kuartal tiga 2020 menjadi 7,7 triliun pada kuartal tiga 2021," kata Royke.

Pertumbuhan laba ini utamanya berasal dari pertumbuhan fee based income dan net interest income, yang masing-masing sebesar 16, persen dan 17,8 persen secara year-on-year (yoy), ungkap Royke.

"Pencapaian ini juga merupakan hasil dari transformasi digital yang salah satunya ditujukan untuk penguatan kapabilitas dalam transactional banking," paparnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel