Kredit UMKM Bank Mandiri tumbuh 20,3 persen didorong oleh KUR

·Bacaan 2 menit

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tumbuh 20,3 persen pada September 2021 menjadi Rp100,1 triliun dari September 2020 yang sebesar Rp83,2 triliun, yang didorong oleh penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Bank Mandiri terus melanjutkan perannya sebagai agent of development untuk meningkatkan inklusi finansial dengan menyalurkan kredit ke segmen UMKM, termasuk KUR," kata Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri Siddik Badruddin dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

Ia menyebutkan penyaluran KUR sejak Januari-September 2021 telah mencapai Rp28,46 triliun kepada 291.257 debitur di seluruh Indonesia.

Baca juga: Bank Mandiri salurkan kredit Rp1.022 triliun hingga September 2021

Selaras dengan arahan pemerintah, penyaluran KUR tersebut utamanya disalurkan ke sektor produktif seperti pertanian, perburuan dan perikanan sebesar Rp8,69 triliun serta industri pengolahan dan pertambangan senilai Rp2,3 triliun.

Kemudian, untuk sektor akomodasi makanan, minuman, dan transportasi turut disalurkan KUR sebesar Rp3,62 triliun, serta untuk perdagangan serta jasa dan real estate Rp13,84 triliun.

Jika dilihat dari wilayahnya, Siddik menuturkan KUR menjangkau wilayah Sumatera dengan limit Rp7,8 triliun kepada 74.256 nasabah, Kalimantan Rp1,67 triliun untuk 20.481 nasabah, dan Sulawesi dengan limit Rp2,52 triliun dan 22.677 nasabah.

Baca juga: Bank Mandiri bukukan laba bersih Rp19,2 triliun di triwulan III-2021

Kemudian untuk Pulau Jawa mencapai Rp14,75 triliun untuk 159,002 nasabah, Bali dan Nusa tenggara Rp1,4 triliun dengan 11.389 nasabah, serta untuk Maluku dan Papua Rp325 miliar untuk 3.452 nasabah.

Menurut dia, pertumbuhan kredit UMKM tersebut diimbangi dengan perbaikan dari sisi kualitas kredit, yang tercermin dari posisi rasio kredit macet (NPL) gross Bank Mandiri secara konsolidasi per 30 September 2021 yang turun 37 basis poin (bps) jika dibandingkan akhir September 2020 ke level 2,96 persen.

"Meski NPL relatif menurun, perseroan tetap terus melakukan peningkatan rasio pencadangan atau coverage ratio sebesar 2.486 bps secara tahunan menjadi 230,01 persen," tutup Siddik.

Baca juga: Restrukturisasi kredit Bank Mandiri turun jadi Rp90,1 triliun

Baca juga: Bank Mandiri salurkan Rp114,58 triliun kepada UMKM

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel