KRI Bima Suci Hanya Berlayar ke Nusantara, Ini Kata Pangkoarmada II

·Bacaan 3 menit

VIVA – Kapal latih, KRI Bima Suci dari Satuan Kapal Bantu Koarmada II hari ini kembali membentangkan layar. KRI Dewa Ruci rencananya akan mengarungi samudera bersama Kartika Jala Krida (KJK) Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Tingkat III Angkatan ke-68 tahun 2021.

Panglima Koarmada II Laksda TNI Iwan Isnurwanto yang memimpin upacara sekaligus melepas keberangkatan KRI Bima Suci menyatakan, kapal KRI Bima Suci rencananya akan mengarungi nusantara selama 99 hari kedepan. Kapal yang dikomandani oleh Letkol Laut (P) Waluyo itu dijadwalkan akan singgah ke sejumlah pelabuhan destinasi.

"Tepatnya mulai hari ini Senin 26 Juli 2021 sampai dengan 02 November 2021, dengan jarak tempuh sejauh 11.328 NM. Sekitar 13 destinasi akan disinggahi dalam rute pelayaran Bima Suci, yakni Surabaya, Labuan Bajo, kemudian Tual, Jayapura, Raja Ampat, Morotai, Nunukan (Sei Pancang), lantas menuju Tarakan, Ranai, Sabang, Nias, Cilacap lalu Bali, dan kembali ke pangkalan Surabaya,“ kata Laksda TNI Iwan Isnurwanto ketika melepas KRI Bima Suci di Dermaga Madura Ujung, Markas Komando Armada II Surabaya, Senin, 26 Juli 2021.

Laksda TNI Iwan menambahkan, pelayaran dalam negeri yang dilakukan oleh KRI Bima Suci kali ini merupakan alternatif kedua yang dipilih oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono kepada Koarmada II dan AAL. Seharusnya, lanjut Pangkoarmada II, KRI Bima Suci sebelumnya telah menjadwalkan untuk berlayar ke luar negeri. Namun, karena situasi COVID-19 yang terus mengalami peningkatan bukan hanya di Indoneisa, tapi juga di luar negeri, maka, KSAL telah memutuskan agar KRI Bima Suci berlayar mengarungi nusantara Indonesia.

"Tapi yang terpenting dan utama adalah anggaran yang akan dipergunakan untuk pelayaran ke luar negeri akan dialihkan dalam rangka membantu percepatan penanganan COVID-19 di Indonesia,” ujarnya.

Lebih jauh lagi, mantan Komandan KRI Nanggala 402 itu menjelaskan, pelayaran dalam negeri dipilih dengan mempertimbangkan beberapa hal lainnya, diantaranya, jika terjadi sesuatu dengan personel terkait COVID-19 maka akan mudah untuk proses evakuasi.

Kendati demikian, satu hal yang perlu diingat, kata Laksda TNI Iwan, KRI Bima Suci juga sudah disiapkan ruangan-ruangan untuk isolasi mandiri dengan filter, sehingga lingkungan yang ada disekelilingnya steril atau secure. Selain itu Bima Suci juga sudah dilengkapi dengan PCR Mobile, berikut tenaga kesehatan yang profesional.

Pangkoarmada II juga berharap, pelayaran KJK tahun 2021 yang diikuti oleh 226 personel yang terdiri dari 89 orang awak KRI dan pendukung, 19 orang dari Satuan Latihan KJK, 112 Taruna/Taruni AAL, 5 orang dari Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) itu dapat melatih Taruna-Taruni AAL Korps Pelaut dalam mempraktekkan ilmu navigasi astronomi atau navigasi bintang. Selain itu, pelayaran itu juga diharapkan dapat melatih Taruna AAL Korps Teknik mengaplikasikan langsung ilmu teknik mesin kapal. Kemudian, untuk Taruna AAL Korps Elektronika mampu mempraktekkan ilmu tentang peralatan komunikasi elektronika di kapal, serta Taruna Korps Suplai dapat memahami lebih banyak tentang Perbekalan.

“Selain itu mereka juga bisa mendapatkan pengetahuan sekaligus pengalaman tentang tugas dan kehidupan prajurit di kapal perang, dan tentunya mengenal batas-batas terluar Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Pangkoarmada II.

Sejumlah Perwira Tinggi (Pati) TNI Angkatan Laut turut hadir dalam upacara pelepasan KRI Bima Suci, diantaranya, Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL) Mayor Jenderal TNI (Mar) Nur Alamsyah dan perwakilan STIN Kolonel Marinir Nurhidayat

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel