KRI Manado Bekas Kapal Perang Jerman Timur

Febrika Indirawati

VIVA – Pada tahun 1977 VEB Peenewerft, Wolgast membangun kapal perang yang digunakan Angkatan Laut Jerman Timur dengan nomor lambung 633.

Setelah 18 tahun berselang, kapal perang berjenis Frosch-I/Type 108 dibeli pada masa pemerintahan Presiden Soeharto tahun 1995.

Dilansir VIVA Militer dari akun Instagram TNI AL Selasa 23 Juni 2020, pada 12 April 1996 kapal perang Neubrandenburg masuk dalam jajaran KRI TNI AL dan berganti nama menjadi KRI Teluk Manado 357. 

Perlu diketahui, meski sebagai eks kapal perang Jerman Timur, KRI Teluk Manado 357 masih dalam kondisi yang prima untuk menjaga kelautan Indonesia dan mampu berlayar selama 14 hari tanpa henti dengan kecepatan maksimal 17 knot.

Pada tanggal 24 Juni 1996 KRI Teluk Manado 357 berada di bawah pembinaan Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Jakarta. KRI ini memiliki tiga fungsi utama yaitu sebagai pengangkut pasukan pendarat, pengangkut peralatan tempur, dan pengangkut kendaraan amphibi di pantai musuh dalam operasi amphibi.

KRI Teluk Manado 357 juga memiliki empat fungsi tambahan guna mendukung setiap misi yaitu sebagai pergeseran pasukan atau pergeseran administrasi dan pendukung operasi secara umum (bantuan tembakan kapal dan pertahanan udara).

Selanjutnya KRI ini juga berfungsi sebagai pengadaan operasi bhakti dan patroli keamanan laut terbatas. Nama Teluk Manado diambil dari salah satu nama teluk di Pulau Sulawesi, tepatnya di Sulawesi Utara di sebelah utara Kota Manado.