KRI Nanggala 402 Perang dan Ditembak Kapal Asing, Dispenal: Hoax

Dusep Malik, Anwar Sadat
·Bacaan 1 menit

VIVA – Dinas Penerangan TNI AL angkat bicara mengenai ramainya pemberitaan yang menyebutkan KRI Nanggala-402 dalam kondisi perang dan ditembak oleh kapal selam asing.

Dari rilis yang diberikan oleh Dinas Penerangan TNI AL, informasi yang menyebutkan KRI Nanggala-402 ditembak oleh kapal selam asing merupakan informasi yang tidak benar.

Dinas Penerangan TNI AL menyebut banyak media yang telah salah mendengar apa yang diucapkan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono. Karena salah dalam menerima ucapan Kasal, berita yang dimuat juga banyak terjadi salah pemahaman.

"Kami ingin meluruskan pemberitaan tersebut, bahwa perkataan yang benar dari Kasal pada saat itu yakni 'isyarat–isyarat peran tempur dan peran menyelam'. Ucapan ini disalah persepsikan media menjadi Perang tempur dan dianalogikan sedang terjadi perang antara KRI Nanggala-402 dan kapal selam asing," tulis Dispen AL dalam keterangannya kepada VIVA, Jumat 30 April 2021.

Adapun kata 'peran' yang disampaikan Kasal saat itu adalah salah satu bagian dari rangkaian latihan yang selama ini dilaksanakan oleh TNI AL. Sehingga pendapat media yang menyatakan KRI Nanggala-402 saat itu melaksanakan 'perang tempur' adalah tidak benar.

Dapat dipastikan tidak ada kapal asing ataupun perang yang menyebabkan KRI Nanggala 402 tenggelam. Yang terjadi hanya merupakan bagian dari rangkaian latihan yang dilaksanakan pada saat itu.

Dalam keterangannya, Dispen AL menjelaskan kata peran bermakna melakukan pengadegan/seolah olah istilah latihan ini merupakan bagian dari keseriusan dalam setiap melaksanakan rangkaian latihan.

Contoh lain selain peran tempur, yakni peran kebocoran, peran orang jatuh di laut, peran bahaya atas air dan lain lain.

Sebelumnya diberitakan beredar informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa penyebab KRI Nanggala-402 tenggelam akibat tembakan rudal.

Disebutkan, tembakan rudal itu berasal dari kapal selam kelas nuklir Perancis SSN Emeraude yang sedang menyaksikan latihan TNI di Selat Bali.