KRI Nanggala Hilang, Pengamat: Kecelakaan Pertama Kapal Selam di RI

Bayu Nugraha
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati mengatakan insiden hilangnya kapal selam KRI Nanggala-402 milik TNI AL di perairan utara Bali sekitar pukul 03.00 WIB merupakan kali pertama terjadi di Indonesia.

“Ini memang kecelakaan kapal Selam pertama di Indonesia,” kata Susaningtyas kepada VIVA, Kamis, 22 April 2021.

Nuning, panggilan akrabnya menilai menilai, dalam insiden tersebut sebenarnya masih ada peluang KRI Nanggala-402 untuk melakukan combat SAR. Pasalnya kemampuan menyelam normal pada ambang batas kedalaman operasional adalah 48 jam. Lalu ditambah cadangan darurat untuk 24 jam sehingga total 72 jam.

“Menurut kemampuan tersebut kesempatan masih terbuka melakukan operasi Combat SAR sampai dengan 58-60 jam ke depan,” katanya.

Dia mengatakan bahwa kesempatan ini harus dimanfaatkan seoptimal mungkin. Salah satunya dengan mengundang Angkatan Laut negara lain untuk melaksanakan misi kemanusiaan tersebut.

“Kita ketahui tidak banyak Angkatan Laut yang memiliki kapal tender kapal Selam untuk operasi salvage dan/atau combat SAR. Yang penting saat ini TNI AL dapat segera menyelenggarakan konferensi pers untuk mengundang bantuan internasional,” tuturnya.

KRI Nanggala 402 hilang kontak di perairan sekitar 60 mil atau sekitar 97 kilometer utara Pulau Bali. Kapal selam ini dilaporkan hilang kontak pada pukul 03.00 WIB. Kapal selam type 209/1300 itu sedianya akan mendukung angkatan perang TNI Angkatan Laut dalam latihan serta ujicoba rudal yang sedianya digelar di Laut Bali.

Seperti diketahui KRI Nanggala-402 merupakan kapal selam buatan Jerman 1977. Dimana masuk jajaran TNI AL 1981. Saat insiden tersebut, terdapat 53 awak di kapal selam yang terdiri atas 49 anak buah kapal (ABK), 1 komandan satuan 3 personel arsenal.

Baca juga: Kemhan: Ada Tumpahan Minyak di Posisi Menyelam KRI Nanggala 402